Pasti
udah pada tau kan dengan istilah LDR? Yap, Long Distance Relationship. Pertama
gue denger kata itu kira-kira beberapa tahun yang lalu saat gue masih smp. Gue
kira LDR itu cuma cerita-certia yang ada di novel teenlit. Ternyata eggak. Gue
baru menemukan orang yang LDR itu saat gue baca bukunya Raditya Dika-Kambing
Jantan. Wooh ini toh yang namanya LDR.
Gue
gak menjalani LDR ini, tapi gue baru aja menyelesaikan membaca sebuah buku yang
di pinjam dari Ichell—yang perawatan nya extra luar biasa, harus dikasih makan
dua kali sehari, di mandiin setiap sore dan kalo tidur harus mengahadap ke
kiblat—yang berjudul Long Distance Hearts. Kumpulan cerita dari orang-rang yang
mengalami LDR. Berawal dari sebuah akun @LongDistance_R, buku itu pun terbit.
Jatuh-bangun, susah-senang, galau-bahagia, kangen yang menumpuk, semua nya ada
dalam buku itu. baca buku itu bikin gue jadi membuka pikiran gue. Ternyata LDR
itu tidak seperti yang gue kira. Ternyata LDR itu juga indah, bisa sampai so
sweet malah, yaa walaupun harus saling sabar karena gak bisa sering ketemu.
Dulu gue nyangka LDR tuh pasti ujung-ujungnya bubar jalan. Eh ternyata enggak.
Bahkan ada yang LDR bertahun-tahun dan berakhir di pelaminan. Oooow~. Gue
merasa WAW banget sama orang-orang yang LDR. Ichell membeli buku itu karena dia
LDR juga. lalu dia mempromosikan buku itu kepada Ruhe yang cowonya lagi di
Malaysia. Gue langsung inget sama anak Ak 3 yang sering uring-uringan sendiri
karena LDR. Gue saranin dia untuk membaca buku ini. karena menurut gue dia itu
cewek yang hm… mungkin agak manja, tapi secara tidak langsung ia dipaksa dengan
keadaan bahwa ia harus menyikapi semuanya dengan dewasa yaitu melalui LDR. Dan
menurut gue itu berhasil. Gak mudah untuk memutuskan untuk ber LDR ria, gak
mudah menjalani sebuah hubungan jarak jauh antara Bandung–Purwakarta. Sms hanya
sekali dalam seminggu, ketemuan hanya sekali dalam sebulan dan semua itu sudah
berjalan selama satu tahun. Ya, dia udah dewasa untuk menjalani semua ini. gue
harus kasih applause untuk mereka berdua.
Menurut
gue, orang yang LDR itu lebih dewasa, lebih sabar, tidak mengedepankan ego nya.
tantangan jarak, waktu, semuanya harus di lalui dengan pemikiran positif. Harus
tetep memegang teguh apa yang dinamakan kepercayaan, kejujuran, kesetiaan. Gue
lupa lagu apa, yang pastinya dia punya lirik: Long distance is killing me~.
Menurut gue, lagu itu gak mempan, gak ngaruh, gak sesuai sama orang-orang yang bertahan dalam LDR nya
diluar sana.
Setelah
membaca buku itu, gue menyimpulkan bahwa LDR adalah ketika cinta lebih besar
dari jarak. Ketika cinta telah berbicara, jarak bukan lagi penghalang diantara
mereka berdua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar