Sabtu, 02 Juni 2012

wisuda?


 Kalau musyu Anggie posting di blog nya tentang wiiiiii sudaaaaaah (baca: wisuda), gue gak akan memposting hal yang sama. Pasalnya, gue belum wisuda. Tapi gue baru lulus masa-masa putih abu. Yeeee~ *lempar konde—bukan lempar topi toga
Kadang gue bingung dengan kondisi seperti ini. gue bingung untuk memposisikan diri gue dimana, dan sepeti apa. Apakah gue harus seneng, karena gue udah melewati masa-masa sekolah? atau gue harus sedih karena harus berpisah dengan temen-temen semua? Itu yang bikin gue bingung sejak gue menerima amplop kelulusan. Kata Ichell gue harus bersyukur karena gue udah lulus. Itu pasti, gue sangat mengucapkan Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, telah mengizinkan hamba-Mu ini lulus~
Tapi ini berarti gue gak akan ketemu sama temen-temen lagi setiap hari, gak ada ngegosip lagi dikelas sambil makan seblak, gak ada nangis berjamaah, gak ada ngerayain ultah lagi, gak ada ngejailin Uppy lagi, gak ada masukin Ruhe ke tempat sampah, gak ada lagi upacara, gak ada lagi lagu hymne smk 3 dinyanyikan, gak ada lagiiii~ gue bakal kangen akan hal itu.
            Tadi acara pelepasan anak kelas 3 berlangsung di sekolah. giliran Ichell yang takut, apa kita akan berpisah? Gue bilang, ini bukan perpisahan, tapi ini pelepasan anak kelas 3 dan meresmikan anak kelas 3 menjadi alumni.
            Dengan mengenakan kebaya biru, dan diantar oleh sang Aa tercinta, gue dateng kesekolah sekitar jam setengah 8 pagi. Gue turun di depan SMAN 8. Disitu ada Risma yang—mungkin—juga baru nyampe. Risma yang sehari-hari terlihat elegan, hari ini tambah elegan dengan kebaya goldnya. Sedikit basa-basi dengan Risma, gue mengajak dia untuk masuk ke sekolah bareng. Ternyata dia sedang menunggu temannya. Okei~ eike duluan ya~
            Digerbang sekolah ada Usy tepat di sebrang pos satpam. Sejak kapan Usy jadi satpam? Oh ternyata dia lagi nunggu papa nya.
Gue celingukan, bener kata Pak Didi, banyak paparazi disini. Dan tidak ada tanda-tanda kehidupan KUPAT. Gue ketemu Rizki yang sedang mengobrol dengan kedua temannya. Kata Rizki registrasi dulu, ambil konsumsi, baru masuk ke aula. Okei bang. Gue mengikuti kata-kata Rizki.
Kalau musyu Anggi saat wiiii sudaaaaah melihat orang-orang seperti di Hogwarts—pake toga—, kalau gue enggak. Gue melihat seperti akan diadakan sebuah acara pernikahan atau acara kartini. Kebayaaaa semua. Yang pake Jas bisa dihitung jari.
Gue duduk di kursi yang telah disusun menurut absen oleh panitia. Nice, gue duduk di belakang. Ketemu dengan Alma, Uppy, Ichell, Ajeng, Herni dan Gia yang memakai kebaya kita semua langsung kembali pada jati diri kita semula: riweuh. Idip gak bergabung dengan kita. Karena dia juara umum di kelas, maka dia harus mengikuti upacara adat.
Acara pelepasan siswa-siswi ngaret 1 jam dari yang direncanakan. Acara dimulai dengan upacara adat. Yang jadi pengantin di upacara adat ini adalah siswa yang menjadi juara umum se-sekolah. dan yang jadi pengantin dalam upacara adat adalah… Risma dan Aldi. Woaaaa~ Chukhahae~. Gak aneh Risma jadi pengantinnya. Lha emang dia selalu ranking 1 dikelasnya, dan kali ini dia ranking 1 dikelas, di jurusan Akuntansi dan di sekolah. Daebak! Sedangkan Aldi, dia ketua osis 2010-2011, ketua angkatan 2012. Udah lah jangan ditanya! Yang membuat aula menjadi heboh ialah pada saat Risma dan Aldi di kalungkan bunga melati. Woo~ berasa pengantin asli. Emang cocok sih. Hehehe..
Acara dilanjut dengan sambutan dari berbagai orang, Kepala sekolah, Komite sekolah, Ketua osis, Ketua Pelaksana dan sebagainya. Kemudian acara pelepasan dimulai dengan Ketua Program Jurusan membacakan nama siswa satu persatu untuk dikalungkan sebuah mendali. Yaaa, seperti wisuda-wisuda pada umumnya. Tapi inget, kata Pak Didi “ini bukan wisuda. Karena wisuda yang sebenarnya ialah ntar pas kuliah. Jadi ini adalah wiwisudaan” =.=
Dimulai dari Jurusan Multimedia, Pariwisata, Akuntansi, Perkantoran, dan terakhir Pemasaran. Untuk anak kelas Pemasaran 6, absen terakhir, selamat menunggu!
Nama Agus Maulana telah terdengar. Giliran kelas gue. Dengan berbaris kami naik ke atas panggung kecil, satu persatu dikalungkan mendali oleh kepala sekolah, dan diberi sebuah map oleh Pak Didi, seteah itu kami mencium tangan guru satu persatu dengan diiringi lagu hymne guru. Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru~ namamu akan selalu hidup dalam sanubariku~
Gue terharu denger lagu itu sambil mencium tangan bu Nina, ibu, aku udah luluuuus! Bu Nina pun terlihat bahagia. Begitu pula Pak Kamai, ia tak sanggup membendung air matanya. Kemudian berlanjut ke Madame Tanti, gue dipeluk layaknya anak sendiri. tambah terharu gue, Idip bahkan sampe nangis.
Setelah acara itu, akan di lanjut dengan acara hiburan untuk anak-anak. Idip telah berganti kostum. Gue, Ichell, Uppy cuma ganti pake kebaya modern—atas kebaya, bawah denim. Gue, Alma, dan Ichell jingkrak-jingkrak bareng waktu Danger Ranger perform. Gue, Ichell, Alma dan Idip bergabug dengan anak Ak 1 dan 2 saat SIKLUS Band perform. Lagu terakhir yang dibawakan oleh SIKLUS Band yaitu lagu dari Peterpan, semua tentang kita. Ditengah-tengah lagu tersebut, semua anak Ak meyanyikan lagu tersebut bersama-sama hingga sang vokalis, Yuke sudah tidak sanggup lagi untuk bernyanyi. Begitu pula sang gitaris, Sitkan, sudah banjir air mata. Teringat disaat kita tertawa bersama ceritakan semua tentang kita~. Sekali lagi, gue terharu
Gue inget pertama kali gue daftar ke sekolah ini, gak ada yang gue kenal. Gue celingukan bareng Ajeng yang mau daftar juga. ketemu sepupu gue, Idip  yang duduk dibelakang gue saat daftar. Terus kita bertiga satu kelas, ketemu temen Sd gue, Uppy yang sebangku sama Herni. Kenal sama Gia yang sama-sama suka Jepangan, kenal sama Alma yang cuek, tapi selalu gabung kalo kita mau solat. Kenal sama Ichell yang sebangku sama Idip. Kenal sama anak-anak AK 4 yang waktu mpls nama kelas kita itu balanjing. Sekelas sama temen smp, bang Rizki. Sekelas 3 tahun sama Ak4. Sekelas 5 tahun sama bang Rizki. Joget-joget bareng di depan kelas, nangis bareng di bangku belakang, ngerayain ulang tahun bareng, camping bareng. Kenal sama anak-anak kelas lain, kenal sama anak-anak PMR, Osis, MPK, Club du francais. Semuanya terekam jelas di kepala gue. Semuanya berasa baru kemarin terjadi.
Gue inget, 3 tahun lalu gue perpisahan smp. Dari acara selesai sampai gue naik bus, sampe gue duduk di dalem bus gue nangis karena sedih harus berpisah sama temen-temen. Tapi dalam acara tadi disekolah, gue sama sekali gak nangis. Gue cuma terharu. Ya, gue gak sedih. Walaupun tadi acara pelepasan, wisudaan, perpisahan, atau apapun itu, tapi gue yakin, gue dan temen-temen gue gak akan berpisah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar