Kalau musyu Anggie posting di blog
nya tentang wiiiiii sudaaaaaah (baca: wisuda), gue gak akan memposting hal yang
sama. Pasalnya, gue belum wisuda. Tapi gue baru lulus masa-masa putih abu.
Yeeee~ *lempar konde—bukan lempar topi toga
Kadang gue bingung dengan kondisi
seperti ini. gue bingung untuk memposisikan diri gue dimana, dan sepeti apa.
Apakah gue harus seneng, karena gue udah melewati masa-masa sekolah? atau gue
harus sedih karena harus berpisah dengan temen-temen semua? Itu yang bikin gue
bingung sejak gue menerima amplop kelulusan. Kata Ichell gue harus bersyukur
karena gue udah lulus. Itu pasti, gue sangat mengucapkan Alhamdulillah, terima
kasih Ya Allah, telah mengizinkan hamba-Mu ini lulus~
Tapi ini berarti gue gak akan ketemu
sama temen-temen lagi setiap hari, gak ada ngegosip lagi dikelas sambil makan
seblak, gak ada nangis berjamaah, gak ada ngerayain ultah lagi, gak ada
ngejailin Uppy lagi, gak ada masukin Ruhe ke tempat sampah, gak ada lagi
upacara, gak ada lagi lagu hymne smk 3 dinyanyikan, gak ada lagiiii~ gue bakal
kangen akan hal itu.
Tadi
acara pelepasan anak kelas 3 berlangsung di sekolah. giliran Ichell yang takut,
apa kita akan berpisah? Gue bilang, ini bukan perpisahan, tapi ini pelepasan
anak kelas 3 dan meresmikan anak kelas 3 menjadi alumni.
Dengan
mengenakan kebaya biru, dan diantar oleh sang Aa tercinta, gue dateng kesekolah
sekitar jam setengah 8 pagi. Gue turun di depan SMAN 8. Disitu ada Risma
yang—mungkin—juga baru nyampe. Risma yang sehari-hari terlihat elegan, hari ini
tambah elegan dengan kebaya goldnya. Sedikit basa-basi dengan Risma, gue
mengajak dia untuk masuk ke sekolah bareng. Ternyata dia sedang menunggu
temannya. Okei~ eike duluan ya~
Digerbang
sekolah ada Usy tepat di sebrang pos satpam. Sejak kapan Usy jadi satpam? Oh
ternyata dia lagi nunggu papa nya.
Gue celingukan, bener kata Pak Didi,
banyak paparazi disini. Dan tidak ada tanda-tanda kehidupan KUPAT. Gue ketemu
Rizki yang sedang mengobrol dengan kedua temannya. Kata Rizki registrasi dulu,
ambil konsumsi, baru masuk ke aula. Okei bang. Gue mengikuti kata-kata Rizki.
Kalau musyu Anggi saat wiiii
sudaaaaah melihat orang-orang seperti di Hogwarts—pake toga—, kalau gue enggak.
Gue melihat seperti akan diadakan sebuah acara pernikahan atau acara kartini.
Kebayaaaa semua. Yang pake Jas bisa dihitung jari.
Gue duduk di kursi yang telah disusun
menurut absen oleh panitia. Nice, gue duduk di belakang. Ketemu dengan Alma,
Uppy, Ichell, Ajeng, Herni dan Gia yang memakai kebaya kita semua langsung
kembali pada jati diri kita semula: riweuh. Idip gak bergabung dengan kita.
Karena dia juara umum di kelas, maka dia harus mengikuti upacara adat.
Acara pelepasan siswa-siswi ngaret 1
jam dari yang direncanakan. Acara dimulai dengan upacara adat. Yang jadi
pengantin di upacara adat ini adalah siswa yang menjadi juara umum se-sekolah.
dan yang jadi pengantin dalam upacara adat adalah… Risma dan Aldi. Woaaaa~
Chukhahae~. Gak aneh Risma jadi pengantinnya. Lha emang dia selalu ranking 1
dikelasnya, dan kali ini dia ranking 1 dikelas, di jurusan Akuntansi dan di
sekolah. Daebak! Sedangkan Aldi, dia ketua osis 2010-2011, ketua angkatan 2012.
Udah lah jangan ditanya! Yang membuat aula menjadi heboh ialah pada saat Risma
dan Aldi di kalungkan bunga melati. Woo~ berasa pengantin asli. Emang cocok
sih. Hehehe..
Acara dilanjut dengan sambutan dari
berbagai orang, Kepala sekolah, Komite sekolah, Ketua osis, Ketua Pelaksana dan
sebagainya. Kemudian acara pelepasan dimulai dengan Ketua Program Jurusan
membacakan nama siswa satu persatu untuk dikalungkan sebuah mendali. Yaaa,
seperti wisuda-wisuda pada umumnya. Tapi inget, kata Pak Didi “ini bukan
wisuda. Karena wisuda yang sebenarnya ialah ntar pas kuliah. Jadi ini adalah
wiwisudaan” =.=
Dimulai dari Jurusan Multimedia,
Pariwisata, Akuntansi, Perkantoran, dan terakhir Pemasaran. Untuk anak kelas
Pemasaran 6, absen terakhir, selamat menunggu!
Nama Agus Maulana telah terdengar.
Giliran kelas gue. Dengan berbaris kami naik ke atas panggung kecil, satu
persatu dikalungkan mendali oleh kepala sekolah, dan diberi sebuah map oleh Pak
Didi, seteah itu kami mencium tangan guru satu persatu dengan diiringi lagu
hymne guru. Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru~ namamu akan selalu hidup
dalam sanubariku~
Gue terharu denger lagu itu sambil mencium tangan bu Nina, ibu, aku udah
luluuuus! Bu Nina pun terlihat bahagia. Begitu pula Pak Kamai, ia tak sanggup
membendung air matanya. Kemudian berlanjut ke Madame Tanti, gue dipeluk
layaknya anak sendiri. tambah terharu gue, Idip bahkan sampe nangis.
Setelah acara itu, akan di lanjut dengan acara hiburan untuk anak-anak.
Idip telah berganti kostum. Gue, Ichell, Uppy cuma ganti pake kebaya
modern—atas kebaya, bawah denim. Gue, Alma, dan Ichell jingkrak-jingkrak bareng
waktu Danger Ranger perform. Gue, Ichell, Alma dan Idip bergabug dengan anak Ak
1 dan 2 saat SIKLUS Band perform. Lagu terakhir yang dibawakan oleh SIKLUS Band
yaitu lagu dari Peterpan, semua tentang kita. Ditengah-tengah lagu tersebut,
semua anak Ak meyanyikan lagu tersebut bersama-sama hingga sang vokalis, Yuke
sudah tidak sanggup lagi untuk bernyanyi. Begitu pula sang gitaris, Sitkan,
sudah banjir air mata. Teringat disaat kita tertawa bersama ceritakan semua
tentang kita~. Sekali lagi, gue terharu
Gue inget pertama kali gue daftar ke sekolah ini, gak ada yang gue kenal.
Gue celingukan bareng Ajeng yang mau daftar juga. ketemu sepupu gue, Idip yang duduk dibelakang gue saat daftar. Terus
kita bertiga satu kelas, ketemu temen Sd gue, Uppy yang sebangku sama Herni.
Kenal sama Gia yang sama-sama suka Jepangan, kenal sama Alma yang cuek, tapi
selalu gabung kalo kita mau solat. Kenal sama Ichell yang sebangku sama Idip.
Kenal sama anak-anak AK 4 yang waktu mpls nama kelas kita itu balanjing.
Sekelas sama temen smp, bang Rizki. Sekelas 3 tahun sama Ak4. Sekelas 5 tahun
sama bang Rizki. Joget-joget bareng di depan kelas, nangis bareng di bangku
belakang, ngerayain ulang tahun bareng, camping bareng. Kenal sama anak-anak
kelas lain, kenal sama anak-anak PMR, Osis, MPK, Club du francais. Semuanya
terekam jelas di kepala gue. Semuanya berasa baru kemarin terjadi.
Gue inget, 3 tahun lalu gue perpisahan smp. Dari acara selesai sampai gue
naik bus, sampe gue duduk di dalem bus gue nangis karena sedih harus berpisah
sama temen-temen. Tapi dalam acara tadi disekolah, gue sama sekali gak nangis.
Gue cuma terharu. Ya, gue gak sedih. Walaupun tadi acara pelepasan, wisudaan,
perpisahan, atau apapun itu, tapi gue yakin, gue dan temen-temen gue gak akan berpisah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar