Beberapa
hari shalat terawih ini gue melihat masih ada orang yang mengerjakan tugas
bulan ramadhan dari sekolah, yaitu merangkum ceramah. Termasuk salah satu temen
gue, nia beserta adiknya. Dikarenakan di mushola deket rumah gue itu gak ada
yang namanya kuliah subuh, jadi tugas ramadhan tersebut dikerjakan pada saat
ceramah terawih, antara shalat isya dan shalat terawih. Suatu hari, temen gue,
nia, gak terawih. Adiknya, Sandra, bingung karena dia sendiri belum bisa
mengerjakan tugasnya itu. maklum, dia baru kelas 3 sd. Jadi hari-hari sebelumya
dia mengerjakan tugas itu dengan cara menyalin apa yang nia tulis. Karena nia
gak terawih, jadi Sandra minta gue untuk mendikte kan apa yang di ucapkan oleh
si penceramah. Agak ribet sih. Dari pada ribet kayak gitu, mendingan gue
merangkum ceramah juga pada buku tugas nya nia. Habis itu Sandra menyalin apa
yang gue tulis. Dilihat dari halaman pertama, ceramah yang dirangkum oleh nia,
ditulis secara rapi setiap lembarnya. Hari demi hari ia menulis buku itu dengan
tulisan rapi nya, hingga mencapai lembaran yang ke-12 . Di lembaran ke-13
muncul lah tulisan tangan gue yang amburadul. Perbedaannya sangat signifikan.
Kalo buku tugas itu gak disalin ulang sama nia, pasti guru yang meriksanya udah
bisa nebak, ada dua orang dibalik tulisan ini.
Ngomongin
tentang tulisan, tulisan tangan gue gak bisa di bilang rapi. Gue paling males
kalau disuruh ngisi biodata, ngerjain tugas panjang lebar yang gak boleh di ketik,
pokoknya apapun yang harus ditulis dengan tangan. kata temen gue sih, wajar aja
kalau tulisan anak akuntansi jelek. Iya kah? Tapi gue gak terlalu setuju dengan
alasannya itu. gue pengen tahu, kenapa tulisan tangan gue gak se rapi tulisan
kebanyakan orang. Apa gue harus nanya ke pakar tulisan tangan? kayaknya cukup
ribet juga.
Gue
pernah buka salah satu official web pacar baru gue, (http://www.sakotomohisa.com) dan
ternyata… jejejeng~ tulisannya hiragana semua. Entah itu hiragana, katakana
ataupun kanji. Pokoknya gue gak ngerti. Mata gue sampe jereng melihatnya. Untuk
memperbaiki hal itu, gue mulai mempelajari bahasa jepang dikit demi sedikit.
Gue juga mulai latihan menulis suku kata bahasa jepang.
Kalo
dilihat, hiragana itu indah di pandang, tulisannya lebih halus dan meliuk-liuk.
Beda dengan katakana yang lebih tegas dalam menarik garis. Walaupun hiragana
itu indah di pandang, tapi setelah berada di buku tulis gue jadi tidak indah
untuk di pandang. Nulis romanji aja jelek, apalagi hiragana. Katakana, lebih
mudah diikuti untuk pemula seperti gue. ada beberapa suku kata yang bentuknya
sama dengan hangul, seperti え,ス, ユ,ロ. Ya,
kalau ada yang periksa buku catatan gue yang berisikan latihan menulis gue,
harap maklum aja, tulisannya masih pabalatak.
anyway,
gue mau berterimakasih kepada orang-orang yang telah mengerti, yang bisa
membaca tulisan tangan gue. buat Sandra yang rela matanya jereng karena melihat
tulisan tangan gue, buat nia yang rela buku nya gue isi dengan tulisan
amburadul. buat orang-orang yang suka meminjam catatan gue, jangan salahin gue
kalo tulisan gue jelek, salah sendiri kenapa pinjem catatan sama gue. terakhir
gue mau berterimakasih kepada bapak/ ibu pengawas dari IAI yang memeriksa cash
flow statement gue saat ujikom beberapa bulan yang lalu. Atas kesabaran,
ketelitian, bapak/ ibu dalam memeriksa
dan memahami tulisan tangan saya dalam selembar kertas ujian, saya bisa lulus
dengan nilai yang memuaskan. Terimakasih!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar