Dalam postingan kali ini, gue mau
menceritakan sedikit tentang anime yang judulnya panjang dan sulit untuk
diingat itu: Ano Hi Mito Hana No Namae Wo Bokutachi Wa Mada Shiranai.
Anime ini udah cukup lama, mungkin sekitar tahun 2008an —ngasal—. Anime ini
menceritakan tentang sekelompok anak yang terdiri dari 6 orang, 3 diantaranya
laki-laki dan 3 lainnya perempuan. Salah
satu anak perempuan ini bernama meiko apalaah itu, dia biasa dipanggil Menma.
Suatu hari, Jintan— salah satu anak laki-laki— berkata cukup kasar kepada si Menma
ini. Setelah mengucapkan kata kasar itu, ia berlari keluar, menjauh dari Menma.
Ia berlari terus tanpa mengetahui Menma mengejarnya dari belakang. Ia merasa
bersalah telah mengatakan kata kasar itu. Ia bermaksud untuk meminta maaf
kepada Menma keesokan harinya. Keesokan harinya, Jintan menerima kabar bahwa Menma
meninggal karena jatuh ke sungai.
Semenjak hari itu, Jintan masih
diliputi rasa bersalah. Genk yang terdiri dari 6 anak itu pun hanya tinggal
berlima. Dan masing-masing dari mereka berlima pun memiliki rasa bersalah atas
kematian Menma. Sejak Menma meninggal mereka hidup masing-masing, jarang
terjadi interaksi satu sama lain dari mereka. Hingga suatu hari Menma datang
kedalam kehidupan mereka.
Cukup tragis dan dramatis cerita
dari anime yang satu ini. yang mau nonton, silakan cari sendiri anime nya.
hehehe
Menurut gue, anime yang satu ini
menceritakan orang-orang yang gak move on. Waktu sudah berlalu cukup lama pun pikiran,
hati, dan perasaan mereka masih berada di masa lalu. Gue bilang kayak gini
karena dalam hidup gue, gue belum pernah di tinggal mati sama
seseorang—Alhamdulillah— jadi gue belum merasakan seperti tokoh-tokoh yang di
ceritakan di anime tersebut. Masing-masing dari mereka di liputi rasa bersalah
yang menyebabkan mereka gak bisa move on. Oke, itu urusan mereka, gue bukan
creator anime tersebut. Tapi di akhir cerita mereka bisa menjalani
kehidupan mereka secara normal, seperti kebanyakan orang. Acieee heepi ending.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar