Minggu, 16 September 2012

Resensi singkat dari anime yang judulnya super panjang dan sulit diingat


Dalam postingan kali ini, gue mau menceritakan sedikit tentang anime yang judulnya panjang dan sulit untuk diingat itu: Ano Hi Mito Hana No Namae Wo Bokutachi Wa Mada Shiranai. Anime ini udah cukup lama, mungkin sekitar tahun 2008an —ngasal—. Anime ini menceritakan tentang sekelompok anak yang terdiri dari 6 orang, 3 diantaranya laki-laki dan 3 lainnya perempuan.  Salah satu anak perempuan ini bernama meiko apalaah itu, dia biasa dipanggil Menma. Suatu hari, Jintan— salah satu anak laki-laki— berkata cukup kasar kepada si Menma ini. Setelah mengucapkan kata kasar itu, ia berlari keluar, menjauh dari Menma. Ia berlari terus tanpa mengetahui Menma mengejarnya dari belakang. Ia merasa bersalah telah mengatakan kata kasar itu. Ia bermaksud untuk meminta maaf kepada Menma keesokan harinya. Keesokan harinya, Jintan menerima kabar bahwa Menma meninggal karena jatuh ke sungai.
Semenjak hari itu, Jintan masih diliputi rasa bersalah. Genk yang terdiri dari 6 anak itu pun hanya tinggal berlima. Dan masing-masing dari mereka berlima pun memiliki rasa bersalah atas kematian Menma. Sejak Menma meninggal mereka hidup masing-masing, jarang terjadi interaksi satu sama lain dari mereka. Hingga suatu hari Menma datang kedalam kehidupan mereka.
Cukup tragis dan dramatis cerita dari anime yang satu ini. yang mau nonton, silakan cari sendiri anime nya. hehehe
Menurut gue, anime yang satu ini menceritakan orang-orang yang gak move on. Waktu sudah berlalu cukup lama pun pikiran, hati, dan perasaan mereka masih berada di masa lalu. Gue bilang kayak gini karena dalam hidup gue, gue belum pernah di tinggal mati sama seseorang—Alhamdulillah— jadi gue belum merasakan seperti tokoh-tokoh yang di ceritakan di anime tersebut. Masing-masing dari mereka di liputi rasa bersalah yang menyebabkan mereka gak bisa move on. Oke, itu urusan mereka, gue bukan creator anime tersebut. Tapi di akhir cerita mereka bisa menjalani kehidupan mereka secara normal, seperti kebanyakan orang. Acieee heepi ending.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar