Selasa, 23 November 2021

makan

Hal yang sederhana tetapi masih menjadi problematika dalam menerapkan pola hidup menuju zero waste adalah tentang #habiskanmakananmu . Aku yang tipe makannya angin-anginan, kadang makan banyak, kadang makan sering, kadang makan secimit, kadang ga makan sama sekali menjadi hal yang membuatku susah untuk menghabiskan makanan. Moto "habiskan apa yang kau ambil" bisa diterapkan ketika makan di rumah atau makan di luar dengan sistem parasmanan, tetapi tidak bisa jika sudah diatur per porsi, macam porsi makanan yang dijual kedai makanan ataupun porsi makan yang sudah ditentukan oleh ibu katering dalam sebuah lunch box. Porsinya sama, tapi kadang habis, kadang dijadikan 2x makan. Tetapi kalau lihat lunch box kosong yang berarti satu porsi abis gini tuh alhamdulillah bangettt ga mubazir, ga buang-buang makanan. berasa lagi mpasi dan liat piring kosong tuh sesuatu wkwkwkwk #dasarbusinta

Sejauh pengalaman #habiskanmakananmu yang bener-bener habis itu yang dibawa dari rumah, mau itu makanan berat ataupun snack. Mungkin karena kita sendiri bisa mengukur porsi yang kita butuhkan, menu/jenis makanan apa yang sedang ingin kita makan. 

Ya, apapun itu, menurutku makan itu sebuah hal penting yang tidak boleh dilewatkan. karena dengan makan kita punya tenaga untuk beribadah, untuk beraktivitas. Kalau aku sendiri merasa lebih baik jika melalui hari-hari dengan sering makan : sarapan-snack-maksi-snack-makan malam full tanpa terlewat. akan ada hari dimana aku merasa serakah, feeling guilty gitu karena banyak makan sehingga aku berpuasa berhari-hari. Entah karena kebetulan atau memang meluruskan niat lagi untuk qodho shaum ramadhan. Tetapi itu memang terjadi, atapun akan ada hari-hari dimana aku ga nafsu makan sama sekali, yang kali ini aku namai sebagai eneg week. Biasanya karena tuntutan pekerjaan yang tinggi, banyak kerjaan, kepepet deadline, sebelumnya ada riwayat maag kambuh... di saat-saat itu biasanya makan jadi dikit. makan hanya makanan pokok saja, snack diskip, atau makan snack tapi ga berasa. di awal pekan eneg ini sarapan pun ga berasa, cuma dua suap, lalu mengucap doa setelah makan.

di tahun-tahun sebelumnya jika banyak deadline, dan tekanan pekerjaan sedang tinggi biasanya overthinking dan maag kambuh, ketika pindah divisi kurang lebih 4 bulan ini, maag sudah jarang kambuh, tapi nafsu makan hilang ketika kerja di bawah tekanan. Kemudian jika emosi tidak tersalurkan dengan baik, bisa-bisa mogok makan berhari-hari. serumit itu ya, padahal tentang makan.

Tapi aku masih bersyukur, bisa makan apa saja tanpa dibatasi, ya mulai membatasi diri saja supaya apa yang kita makan ga menjadi penyakit di suatu hari nanti. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar