Setelah
membaca novelnya andrea hirata, disambung sama novel yang berjudul Habibie2.
Habibie satu nya itu yang berjudul Habibie & Ainun. Novel yang pertama itu
asli ditulis sama pak Habibie, dan gue belum baca. Setelah gue baca buku Habibie2,
banyak banget pelajaran yang dapat gue ambil. Contohnya, gue jadi pengen dapet
cowok kalau bisa gue dapet suami kayak pak habibie—eh. Soalnya, kelihatan
banget kalau pak habibie itu sangat sayang, sangat mencintai ibu Ainun. Jarang
orang yang kayak gitu! Orang-orang jaman sekarang banyaknya mendua, gak setia
dan sebagainya… setelah baca buku itu, gue jadi ngubek-ngubek buku PKn SD yang
udah gue taro di dalem kardus. Apa yang gue cari? Kisah Habibie dalam buku SD
itu. gue jadi nge fans sama pak Habibie. Gue jadi pengen ketemu pak Habibie.
Pak habibie masuk kedalam daftar orang-orang yang ingin gue temui. Gue dan
temen gue—Ufiya, selalu berapi-api kalau ngebahas tentang pak Habibie. Sampai
gue berilustrasi kalau gue ketemu pak Habibie:
Disuatu hari,
gue dan Ufiya lagi jalan-jalan di toko elektronik di Jalan Purnawarman, gue
ceritanya mau beli kamera digital untuk kelulusan ntar. Gue juga baru dari
gramedia, beli buku Habibie&Ainun. Pas gue sama Ufiya nyari kamera, ada
seseorang bersama ajudannya sedang melihat-lihat kamera. Mungkin beliau juga
sedang ingin meambah koleksi kameranya. Gue curiga, mungkin aja itu pak
Habibie. Ufiya gak percaya. Gue lihat dia dari jauh. Ternyata bener! Itu pak
Habibie. Gue dan Ufiya histeris melihatnya, kita kayak ketemu Artis WAHH lebih
WAHH dari SHINee. Gue buru-buru bayar kamera ke kasir dan segera menghampiri
pak Habibie sebelum beliau pergi. Pelan-pelan, dan malu-malu juga, gue dan
Ufiya menyapa pak Habibie.
Gue dan Ufiya:
maaf, apa benar bapak pak Habibie?
Pak Habibie:
iya. saya habibie
Gue dan Ufiya
: * teriak histeris* kyaaaaaaaaaa kita ketemu Habibie!! *gugurubugan teu puguh*
Pak Habibie :
*istighfar karena kelakuan kita*
Gue dan Ufiya:
pak, kita nge fans loh sama bapak!!
Pak Habibie :
*senyum*
Gue dan Ufiya:
kita udah baca buku bapak! Sampe hafal kalimat yang ada di buku bapak : kamu
dilahirkan untuk saya dan saya dilahirkan untuk kamu
Pak Habibie :
*terharu dan bangga melihat kedua bocah di depannya*
Gue dan Ufiya:
boleh minta tanda tangan pak?
Pak Habibie :
boleh
Gue :
*ngeluarin buku Habibie&Ainun yang baru dibeli*
Ufiya:
*manyun, karena dia gak bawa buku Habibie&Ainun*
Gue dan Ufiya:
pak, boleh foto bareng gak?
Pak Habibie:
boleh
Kita foto
bareng deh pake kamera yang baru gue beli. Dan malam harinya, pak Habibie mimpi
buruk karena siang harinya bertemu dua bocah tengik dalam suatu mall. Hahaha.
Begitulah kalau gue lagi ngehayal. Kadang terlalu tinggi kayak lagunya
peterpan-khayalan tingkat tinggi. Tapi biar lah, gue seneng ngehayal dan gue
seneng bermimpi, gue seneng kalau gue mewujudkan mimpi itu dan gue lebih seneng
kalau mimpi dan khayalan gue itu terwujud. Gue dan Ufiya cuma bisa berdoa,
semoga kita bisa ketemu pak Habibie, tapi tentunya lebih baik daripada
ilustrasi diatas. Hm… tapi kalau dipikir-pikir, kalau gue ketemu pak Habibie,
gue malu. Gue gak punya apa-apa di depan pak Habibie. Sedangkan pak Habibie
telah memberikan kemampuannya untuk pembangunan bangsa. Sangat mencintai bangsa
Indonesia. lha gue? Nilai pelajaran di sekolah aja masih harus di remed. Gue
lebih Bangga sama Korea Selatan, Jepang, dan Prancis dibanding Indonesia. nilai
bahasa Indonesia gue lebih kecil daripada nilai Bahasa Inggris. Tapi nilai
Agama gue masih bagus kok! Hehehe. Yaaa gue harus belajar sungguh-sungguh dan
berprestasi yang bisa membanggakan Negara Indonesia, supaya kalau gue ketemu
pak Habibie, gue gak malu.
Seperti novel
Andrea Hirata sebelumnya, ada beberapa kata-kata yang gue suka pada novel
Habibie 2:
1.
BJH pernah
berkata, “jika seandainya dulu saya salah pertimbangan dan maju lagi dalam
pencalonan, saya bisa kembali jadi presiden, tapi akan kehilangan ibu Ainun”.
Hal 51
2.
Dibalik
sukses seorang suami, hanya mungkin karen ada peran seorang istri. Karena itu,
apa yang telah saya capai dalam karir saya sampai sekarang ini tidak lepas dari
peran istri saya Hasri Ainun Habibie. Hal 52
3.
Saya
menerima pengahargaan ini atas nama keluarga, anak-anak, menantu, cucu,
khususnya stri saya yang tercinta, Hsri Ainun HAbibie, yang telah mendampigin
sayan dengan kesetiaan yang tulus serta pengorbanan yang ikhlas sehingga saya
dapat menjadi hamba Allah seperti sekarang ini. saya sering mengatakan bahwa
dibalik sukses seorang tokoh tersembunyi 2 perempuan yang amat emnentukan,
yaitu ibu dan istri. Hal 53
4.
Juka BHJ
pintar, apa yang menyebabkanya? Pembantu retor UIN yang menjadi moderator
ketika BHJ memberikan orasi ilmiah pada maret 2011 yang lalu di gedung UIN
dengan santai berkelakar, “kenapa BJH itu pintar? Karena BJH orangnya pendek,
maka otak dan hatinya nyambung”. Hal 58
5.
Saya
bersyukur memang kami dipertemukan oleh Allah, dua insane yang memang
dijodohkan. Sering saya berkata pada istri saya bahwa kamu dilahirkan untuk
saya dan saya dilahirkan untuk kamu. Hal 77
6.
Shakespare
menulis (romeo dan julliet) penuh dengan suguhan estetis dan artistic,
sementara Habibie menulis (Habibie&Ainun) dengan penuh gejolak rasa dan air
mata. Hal 95
7.
Tahu kah
pak Habibie, bahwa buku Habibie&Ainun merupakan karya yang akan dapat lebih
bermakna dari Taj Mahal, walaupun keduanya sama-sama melambangkan cinta seorang
siuami kepada istrinya Taj Mahal hanya dapat dinikmati keindahan dan
keanggunanya, tetapi buku Habibie&Ainun selain dapat dinikmati jalan
ceritanya juga amat berguna bagi mereka yang ingin memahami pesan-pesan moral
dibalik cerita tersebut. Hal 96
8.
Seorang
pelajar wanita menulis dalam blog yang ditujukan kepada BJH kira-kira sebagai
berikut; “saya sedih, bapak sudah memberikan segala-galanya bagi Negara ini,
tetapi bapak justru di sia-siakan oleh Negara ini. hal 162
Cinta pak
Habibie untuk bu Ainun: cinta yang murni, suci, sejati, sempurna dan abadi.
Envy!!! Sok lah, gue buka lowongan. Buat cowok yang merasa seperti pak
Habibie—yang senantiasa selalu mencintai ibu Ainun sepenuh hati— silahkan
kirimkan CV anda ke email : haisinta@yahoo.com . buat cowok yang mencintai gue
tapi tidak memiliki criteria seperti Pak Habibie, silahkan baca dulu buku
Habibie&Ainun. Buat nickkhun, gue mau nikah sama lo. Lo seperti pak Habibie
yang sangat sayang kepada Victoria. Tapi lo harus muslim dulu. Baru gue mau
nikah. Pokoknya Pak Habibie is the best. Bukan cuma professor di bidang
teknologi, tapi pak Habibie juga profrssor cinta. Seperti yang udah disebutin,
gue pengen punya cowok bahkan suami kayak pak Habibie. Menurut gue, tipe lelaki
kaya pak Habibie itu: cowok dunia akhirat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar