Beberapa minggu yang lalu, gue
baru beres baca novel andrea hirata yang ke-5 dan 6—kalo gak salah. Judulnya
Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas. Menurut gue, Padang Bulan merupakan
sambungan dari novel sebelumnya, yaitu Maryamah Karpov. Menceritakan tentang
kehidupan Andrea Hirata dan Aling. Kalau Cinta di Dalam Gelas lebih menceritakan
tentang perjuangan hidup seorang anak yang bernama Enong, wah keren banget
pokoknya. Jatuh bagun nya Enong, perjuangannya untuk menghidupi adik-adiknya,
padahal ia masih sangat muda dan terpaksa DO dari SD. Kemudian, perjuangan
Enong dewasa—Maryamah yang belajar catur untuk bertanding melawan mantan
suaminya. Keren! Yang bisa gue ambil pelajaran yaitu: sesuatu yang gak mungkin,
bisa jadi mungkin. Sesuatu yang mustahil sekalipun bisa jadi kenyataan jika
kita berusaha untuk meraihnya.
Novel Cinta di Dalam Gelas, bikin
gue bingung. Kenapa di kasih judul begitu? Apakah sebuah cinta dituangkan
kedalam gelas? Setelah baca novelnya, gue baru ngerti kenapa di kasih judul
itu. ternyata, Cinta di Dalam Gelas itu merupakan sebuah kopi. Kopi yang
diseduh seorang istri untuk suaminya saban pagi, itulah makna Cinta di Dalam
Gelas. Kalau gitu, gue juga mau bikin novel: Cinta di Dalam Kue. Hhehehe.
Gue suka kata-katanya mas Andrea
Hirata dalam menulis, seperti:
1.
Lelaki yang baik
akan mendapatkan perempuan yang baik, perempuan yang baik akan mendapatkan
lelaki yang baik. Begitu ajaran pokok dalam agama yang kupeluk. Barang kali,
aku tidak cukup baik untuk Aling. (Hal. 125) gue setuju,
barangkali pula aku tidak cukup baik untuk si babo.
2.
Sungguh ganjil
rasa cemburu. Sungguh berbeda sakitnya. Dikepala, rasanya seperti disiram se
ember air es, dimulut rasanya tergigit semut rambutan, di dada rasanya
menggeletar. Cemburu adalah perahu nabi Nuh yang tergenang di dalam hati yang
karam. Lalu, Naiklah ke geladak perahu itu, binatang berpasang-pasangan. Yakni,
perasaan tak berdaya-ingin mengalahkan, rencana-rencana jahat-penyesalan,
kesedihan-gengsi, kemarahan-keputusasaan, dan ketidakadilan-mengasihani diri.
(Hal 127)
3.
Love walks on two
feets just like a human being. It stand up on tiptoes of insanity and misery
(Hal.222)
4.
Time heals every
wound, waktu akan menyembuhkan setiap luka.
5.
Tak dapat
dipungkiri, hal yang paling sinting yang mungkin dilakukan umat manusia dimuka
bumi ini sebagian besar berasal muasal dari cinta.
Ini puisi yang ada di novel tersebut.
Bulan diatas kota kecilku yang ditinggalkan
zaman
Orang asing, orang asing
Seseorang yang asing
Berdiri di dalam cermin
Tak kupercaya aku pada pandanganku
Begitu banyak cinta telah mengambil dariku
Aku kesepian
Aku kesepian di keramaian
Mengeluarkanmu dari ingatan
Bak menceraikan angin dari awan
Takut,
Takut
Aku sangat takut
Kehilangan
seseorang yang tak pernah ku miliki
Gila
Gila rasanya
Gila akrena cemburu buta
Yang tersisa hanya kenangan
Saat kau meninggalkanku sendirian
Dibawah rembukan yang menyinari
Kota kecilku yang ditinggal zaman
Sejauh yang dapat kukenang
Cinta tak pernah lagi datang
Bulan diatas kota kecilku yang ditinggalkan
zaman
Bulan diatas kota kecilku yang ditinggalkan
zaman
Yang gue bold, itu part yang paling gue suka
Ini translate bahasa inggrisnya, tapi di edit sedikit
Moon over my obscure little town
Stranger, stranger
Someone stranger
Standing in a mirror
I can’t believe what I see
How much love has been taken away from me
My heart cries our loud
Everytime I feel lonely in the crowd
Getting out of my mind
Like separating the wind from the cloud
Afraid, afraid
I’m so afraid
Of losing someone
I never have
Finding reason for my jealousy
All I can remember
When you left me alone
Under the moon over my obscure little town
As long as I can remember
Love has turned to be as cold descember
Moon over my obscure little town
Moon over my obscure little town
Tidak ada komentar:
Posting Komentar