Minggu, 25 Desember 2011

cinta di dalam gelas

Beberapa minggu yang lalu, gue baru beres baca novel andrea hirata yang ke-5 dan 6—kalo gak salah. Judulnya Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas. Menurut gue, Padang Bulan merupakan sambungan dari novel sebelumnya, yaitu Maryamah Karpov. Menceritakan tentang kehidupan Andrea Hirata dan Aling. Kalau Cinta di Dalam Gelas lebih menceritakan tentang perjuangan hidup seorang anak yang bernama Enong, wah keren banget pokoknya. Jatuh bagun nya Enong, perjuangannya untuk menghidupi adik-adiknya, padahal ia masih sangat muda dan terpaksa DO dari SD. Kemudian, perjuangan Enong dewasa—Maryamah yang belajar catur untuk bertanding melawan mantan suaminya. Keren! Yang bisa gue ambil pelajaran yaitu: sesuatu yang gak mungkin, bisa jadi mungkin. Sesuatu yang mustahil sekalipun bisa jadi kenyataan jika kita berusaha untuk meraihnya.
Novel Cinta di Dalam Gelas, bikin gue bingung. Kenapa di kasih judul begitu? Apakah sebuah cinta dituangkan kedalam gelas? Setelah baca novelnya, gue baru ngerti kenapa di kasih judul itu. ternyata, Cinta di Dalam Gelas itu merupakan sebuah kopi. Kopi yang diseduh seorang istri untuk suaminya saban pagi, itulah makna Cinta di Dalam Gelas. Kalau gitu, gue juga mau bikin novel: Cinta di Dalam Kue. Hhehehe.
Gue suka kata-katanya mas Andrea Hirata dalam menulis, seperti:
1.    Lelaki yang baik akan mendapatkan perempuan yang baik, perempuan yang baik akan mendapatkan lelaki yang baik. Begitu ajaran pokok dalam agama yang kupeluk. Barang kali, aku tidak cukup baik untuk Aling. (Hal. 125) gue setuju, barangkali pula aku tidak cukup baik untuk si babo.
2.    Sungguh ganjil rasa cemburu. Sungguh berbeda sakitnya. Dikepala, rasanya seperti disiram se ember air es, dimulut rasanya tergigit semut rambutan, di dada rasanya menggeletar. Cemburu adalah perahu nabi Nuh yang tergenang di dalam hati yang karam. Lalu, Naiklah ke geladak perahu itu, binatang berpasang-pasangan. Yakni, perasaan tak berdaya-ingin mengalahkan, rencana-rencana jahat-penyesalan, kesedihan-gengsi, kemarahan-keputusasaan, dan ketidakadilan-mengasihani diri. (Hal 127)
3.    Love walks on two feets just like a human being. It stand up on tiptoes of insanity and misery (Hal.222)
4.    Time heals every wound, waktu akan menyembuhkan setiap luka.
5.    Tak dapat dipungkiri, hal yang paling sinting yang mungkin dilakukan umat manusia dimuka bumi ini sebagian besar berasal muasal dari cinta.

Ini puisi yang ada di novel tersebut.

Bulan diatas kota kecilku yang ditinggalkan zaman

Orang asing, orang asing
Seseorang yang asing
Berdiri di dalam cermin
Tak kupercaya aku pada pandanganku
Begitu banyak cinta telah mengambil dariku

Aku kesepian
Aku kesepian di keramaian
Mengeluarkanmu dari ingatan
Bak menceraikan angin dari awan

Takut,
Takut
Aku sangat takut
Kehilangan seseorang yang tak pernah ku miliki

Gila
Gila rasanya
Gila akrena cemburu buta

Yang tersisa hanya kenangan
Saat kau meninggalkanku sendirian
Dibawah rembukan yang menyinari
Kota kecilku yang ditinggal zaman

Sejauh yang dapat kukenang
Cinta tak pernah lagi datang

Bulan diatas kota kecilku yang ditinggalkan zaman
Bulan diatas kota kecilku yang ditinggalkan zaman


Yang gue bold, itu part yang paling gue suka


Ini translate bahasa inggrisnya, tapi di edit sedikit

Moon over my obscure little town

Stranger, stranger
Someone stranger
Standing in a mirror
I can’t believe what I see
How much love has been taken away from me

My heart cries our loud
Everytime I feel lonely in the crowd
Getting out of my mind
Like separating the wind from the cloud

Afraid, afraid
I’m so afraid
Of losing someone I never have
Finding reason for my jealousy

All I can remember
When you left me alone
Under the moon over my obscure little town

As long as I can remember
Love has turned to be as cold descember

Moon over my obscure little town
Moon over my obscure little town

Tidak ada komentar:

Posting Komentar