Tak
pernah setengah hati
ku
mencintaimu memiliki dirimu
setulus-tulusnya
jiwa
kuserahkan
semua hanya untukmu
tak
pernah aku niati untuk melukaimu
atau
meninggalkan dirimu
sesal
ku selalu bila taks engaja
aku
buat kau menangis
memiliki
mencintai dirimu kasihku
tak
akan pernah membuat diriku menyesal
sungguh
matiku
hidupku
kan selalu membutuhkan kamu
Ini lagu tompi yang pertamakali ku dengar saat kkn
2015 lalu. Enak juga nih lagu. Lagu ini sering diputar dari hp imel. Aku inget
banget pulang belanja dari pasar rajapolah. Kita, anak-anak cewek pada nyusun
lembaran-lembaran koran untuk dijadikan tirai jendela. *sedih banget ya posko
kkn kami bertiraikan koran, ya ini lebih baik daripada tak bertirai sama
sekali. Setelah memasangkan tirai-tirai buatan itu pada kusen-kusen jendela,
denan diiringi lagi tompi, aku yang sedang hai bersama imel yang nonis makan
semangka ria di siang bolong bulan ramadhan. Suegeeeeeeer! Sementara
cewek-cewek yang lain yang berpuasa pada tidur siang. Sedangkan para cowok
sedang silaturrahmi ke kampung bantar kadu. Setelah semangka habis, aku nonton
film the vow dari laptop desti yang berujung mewek. Imel ikut ciwi-ciwi lainnya
tidur siang.
Beberapa hari kemudian kami mendapat undangan
menghadiri penutupan pesantren kilat di bantar kadu. Dalam ceramah yang
diberikan oleh ustadz tersebut dipaparkan tentang orang tua, tanpa sadar aku
berlinang air mata. Tapi untungnya ga ketahuan nangis sama temen-temen yang
lain pas lagi ceramah itu. *ya berarti sekarang udah ketahuan dong yah, i don’t
care lah udah lewat ini. Dan dari ceramah itu, aku sadar kalo aku kangen banget
rumah. Meski kkn di kampung bapak, tetangga sebelah adalah adik nenek, masih
termasuk dalam pohon keluarga ku, tapi aku tetap merasa kangen rumah. Kangen
mamah, kangen bapak kangen aa dan ai. Ya, aku homesick. Pulang dari buka
bersama itu aku diam menyendiri di kamar. *memang lagi ngetik agenda harian
sih* sambil muter beberapa lagu. Terdengarlah lagu tompi ini. Aku emwek algi.
Kangen mamaaaaaaah L ga lama kemudian hp bunyi. Kirain telpon dair
kang imam, ternyata dari mamah!! Aku ga bilang sih kalo aku homesick, manja
banget ntar dikiranya. Wong kkn di kampung yang warganya sadudulur masih aja
manja kangen rumah. Aku cuma jawab apa yang ditanyakan mamah aja, seperti lagi
ngapain kegiatan sejauh ini ngapain aja, kapan pulang, kalau pulang bilang ya,
ntar bapa minta pa wawan untuk nganter inta pulang dan blablabla… dan tak lupa
aku laporan bahwa di tempat kkn aku masak dan diakui “enak” oleh chef dita.
Mamah ketawa dengar hal itu, terdengar celotehan aa dan ai dari balik suara
mamah yang mengolok-olok: kamu masak apa? Masak air ya? Gosong ga? Aku pun
manyun mendengarnya.
Tapi kau hatu kawan, hal itulah yang paling kau
rindukan saat jauh dari rumah. Aku pun pernah ikut p2m, program pengabdian yang
dilaksanakan oleh himpunan. Dalam kegiatan itu, kami tinggal di sebuah desa
selama kurang-lebih seminggu, dan aku udah ikut p2m 2x. Aku selalu
mensugestikan diri bahwa kkn itu seperti p2m, jadi woles aja. Tapi tetep beda. Di
p2m aku ga inget rumah sama ekali. Pas 10 hari pertama kkn aku kangen berat
sama rumah. Meskipun suasana posko nyaman banget, temen-temen sekelompok gokil
abis, homesick tidak dapat dihindari. Dan hal ini pun terjadi pada teman-teman
ku yang lain. Banyaklah tentang kkn yang kalo aku ceritakan bakal ngalahin
thread-thread kaskus, bakal best seller kek bukuny andrea hirata. Yang pasti,
buat kamu yang mau kkn atau kamu mau merantau untuk kuliah atau kerja, jangan
ragu. Pilihlah tempat yang paling jauh, merantaulah, kau akan bertemu dengan
kawan-kawan baru, dengan merantau kamu akan lebih care terhadap seuatu, lebih
sayang sama keluarga, lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki, lebih
menjaga tali silaturrahmi… ini serius. Kalo ga percaya, buktikan sendiri!!
*haha kek iklan-iklan apaaa gitu
And now, il est 02h30, udah seminggu aku insomnia.
Denger lagu tompi di radio jadi inget kkn lalu, saat aku kangen berat sama
rumah. Coba kamu dengerin lagu tompi ini dengan seksama, bayangkan kamu nyanyi
lagu ini untuk kedua orangtuamu. Jago kalo kamu ga nangis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar