Kamis, 26 Mei 2016

Tak pernah setengah hati

Tak pernah setengah hati
ku mencintaimu memiliki dirimu
setulus-tulusnya jiwa
kuserahkan semua hanya untukmu

tak pernah aku niati untuk melukaimu
atau meninggalkan dirimu
sesal ku selalu bila taks engaja
aku buat kau menangis

memiliki mencintai dirimu kasihku
tak akan pernah membuat diriku menyesal
sungguh matiku 
hidupku kan selalu membutuhkan kamu

Ini lagu tompi yang pertamakali ku dengar saat kkn 2015 lalu. Enak juga nih lagu. Lagu ini sering diputar dari hp imel. Aku inget banget pulang belanja dari pasar rajapolah. Kita, anak-anak cewek pada nyusun lembaran-lembaran koran untuk dijadikan tirai jendela. *sedih banget ya posko kkn kami bertiraikan koran, ya ini lebih baik daripada tak bertirai sama sekali. Setelah memasangkan tirai-tirai buatan itu pada kusen-kusen jendela, denan diiringi lagi tompi, aku yang sedang hai bersama imel yang nonis makan semangka ria di siang bolong bulan ramadhan. Suegeeeeeeer! Sementara cewek-cewek yang lain yang berpuasa pada tidur siang. Sedangkan para cowok sedang silaturrahmi ke kampung bantar kadu. Setelah semangka habis, aku nonton film the vow dari laptop desti yang berujung mewek. Imel ikut ciwi-ciwi lainnya tidur siang.
Beberapa hari kemudian kami mendapat undangan menghadiri penutupan pesantren kilat di bantar kadu. Dalam ceramah yang diberikan oleh ustadz tersebut dipaparkan tentang orang tua, tanpa sadar aku berlinang air mata. Tapi untungnya ga ketahuan nangis sama temen-temen yang lain pas lagi ceramah itu. *ya berarti sekarang udah ketahuan dong yah, i don’t care lah udah lewat ini. Dan dari ceramah itu, aku sadar kalo aku kangen banget rumah. Meski kkn di kampung bapak, tetangga sebelah adalah adik nenek, masih termasuk dalam pohon keluarga ku, tapi aku tetap merasa kangen rumah. Kangen mamah, kangen bapak kangen aa dan ai. Ya, aku homesick. Pulang dari buka bersama itu aku diam menyendiri di kamar. *memang lagi ngetik agenda harian sih* sambil muter beberapa lagu. Terdengarlah lagu tompi ini. Aku emwek algi. Kangen mamaaaaaaah L  ga lama kemudian hp bunyi. Kirain telpon dair kang imam, ternyata dari mamah!! Aku ga bilang sih kalo aku homesick, manja banget ntar dikiranya. Wong kkn di kampung yang warganya sadudulur masih aja manja kangen rumah. Aku cuma jawab apa yang ditanyakan mamah aja, seperti lagi ngapain kegiatan sejauh ini ngapain aja, kapan pulang, kalau pulang bilang ya, ntar bapa minta pa wawan untuk nganter inta pulang dan blablabla… dan tak lupa aku laporan bahwa di tempat kkn aku masak dan diakui “enak” oleh chef dita. Mamah ketawa dengar hal itu, terdengar celotehan aa dan ai dari balik suara mamah yang mengolok-olok: kamu masak apa? Masak air ya? Gosong ga? Aku pun manyun mendengarnya.
Tapi kau hatu kawan, hal itulah yang paling kau rindukan saat jauh dari rumah. Aku pun pernah ikut p2m, program pengabdian yang dilaksanakan oleh himpunan. Dalam kegiatan itu, kami tinggal di sebuah desa selama kurang-lebih seminggu, dan aku udah ikut p2m 2x. Aku selalu mensugestikan diri bahwa kkn itu seperti p2m, jadi woles aja. Tapi tetep beda. Di p2m aku ga inget rumah sama ekali. Pas 10 hari pertama kkn aku kangen berat sama rumah. Meskipun suasana posko nyaman banget, temen-temen sekelompok gokil abis, homesick tidak dapat dihindari. Dan hal ini pun terjadi pada teman-teman ku yang lain. Banyaklah tentang kkn yang kalo aku ceritakan bakal ngalahin thread-thread kaskus, bakal best seller kek bukuny andrea hirata. Yang pasti, buat kamu yang mau kkn atau kamu mau merantau untuk kuliah atau kerja, jangan ragu. Pilihlah tempat yang paling jauh, merantaulah, kau akan bertemu dengan kawan-kawan baru, dengan merantau kamu akan lebih care terhadap seuatu, lebih sayang sama keluarga, lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki, lebih menjaga tali silaturrahmi… ini serius. Kalo ga percaya, buktikan sendiri!! *haha kek iklan-iklan apaaa gitu
And now, il est 02h30, udah seminggu aku insomnia. Denger lagu tompi di radio jadi inget kkn lalu, saat aku kangen berat sama rumah. Coba kamu dengerin lagu tompi ini dengan seksama, bayangkan kamu nyanyi lagu ini untuk kedua orangtuamu. Jago kalo kamu ga nangis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar