Minggu, 05 November 2017

Literasi

Gambar : dari gugel 


Dimulai saat hari jumat. Saat pembelajaran selesai, sebagian anak sudah masuk mobil jemputan, sebagian lagi asik main di play ground dan di kelas untuk menunggu dijemput oleh orangtuanya. Dengan sumringah ku katakan pada cermin yg terletak di depan kelas "happy holiday" sambil merentangkan kedua tangan ke udara. Bu mely yg lewat di belakang ku menghela napas. 'ké minggu gé kadieu deui". Katanya
"rek naon?" jawabku
"can ningali grup nya ?"
Saya lgsg mengecek grup What's app sekolah.
Spontan ku berkata "tidaaaaaaaak" sambil memegang kepala. Eza, anak yg masih bermain lego di kelas bertanya, "ada apa bu sinta ? "
" ga ada apa2 " jawabku sambil meletakan posisi jilbab. Padahal dalam hati ingin menangis.
 
Menodai hari libur. Itu yg dikatakan mia, saat di hari sabtu masih harus ke sekolah. Tak jauh beda dengan diriku. Hari minggu! Aku menganggap training ini (training literasi) tidak begitu urgent. Tapi meningat pematerinya adalah pembina yayasan sekolah yg sekaligus penulis buku2 islami (yg sebenernya saya pun belum baca) akhirnya  saya datang ke sekolah dengan banyak kata2 yg tidak enak didengar oleh telinga: ngapain hari minggu ke sekolah ?

Sampai di sekolah saya terlambat 10 menit. Pematerian sudah dimulai. Menjelaskan bagaimana cara menulis, penulis yg baik, tips2 nya yg kata bu tria : asa kuliah deui. Tapi menurut saya apa yg disampaikan adalah hal umum. Dalam hati masih menggerutu: pa rofi tau aja kalau saya sedang malas membaca, apalagi menulis (cerpen yg punya alief aja belum disentuh lg hehehe). Sampai saat kami disuruh untuk membuat sebuah tulisan dalam waktu 15 menit. Ini sih bukan training biasa, melainkan sebuah workshop! Learning by doing. Pa rofi menyampaikan materi, lgsg kami praktekan dalam menulis. Begitu terus sampai lima kali ! ماشا الله

Judul pertama : sungai Han di Seoul. Pa rofi memberikan sebuah foto kondisi sungai Han saat ini dan menceritakan kondisi sungai tsb sebelum tahun 2009. Setelah itu kami diminta untuk menuliskannya. Dan tiga orang yg dipilih maju kedepan untuk membacakan tulisannya. 

Judul kedua: aku ! Tanpa cerita yg diberikan pa rofi, kami diminta untuk menulis. Ini yg membuatku bingung. Jatohnya saya malah berpuisi (^^") untung ga dipanggil untuk maju membacakan tulisan 

Judul ketiga: indonesia tanah airku !
Di bagian ini bu tria yang terpilih untuk membacakan tulisannya. Bu tria menjelaskan, bagaimana kondisi media saat ini, berita négatif yg terlalu di ekspose, penjahat berkeliaran, korupsi dan hiruk pikuk dunia perkotaan dengan diakhiri kalimat : aku ingin pindah ke meikarta ! 

Judul ke empat: ibu ummie yang ku kenal !
Harap2 cemas menulis judul yg satu ini. Siap2 mengkritik? Atau memuji ? Terlebih lg dihadapan suaminya sendiri ! Ku tuliskan apa yg terlintas di benak ku. Dan tentunya dalam waktu 15 menit. Pada bagian ini saya kebagian untuk ke depan membacakan tulisanku. Berikut saya ketik ulang tulidan yg saya buat:


Ibu ummie yang aku kenal !
Oleh : Sinta Tania
Wanita tangguh !
Itu kesan pertama yang ku dapat saat mengenal bu ummie. Hal itu terlihat dari gaya bicara beliau. Tegas. Optimis. Gagasan yang ia kemukakan bagai berterbangan di atas awan. Tak terpikirkan sama sekali. Beliau sudah tak lagi muda, namun semangatnya masih membara mengalahkanku yg berusia muda. Wawasannya luas. Jika berbicara dengan beliau, aku merasa wawasanku tak lebih dari wawasan anak TK yang masih senang membaca majalah bobo. Komentar yang diberikannya tajam. Layaknya dosen yang sedang membimbing mahasiswa yang tidak lulus-lulus.
Seiring waktu aku menyadari. Karakter yang beliau miliki dipengaruhi oleh segala proses yang telah ia jalani. Dan aku sadar prosesku masih panjang untuk menjadi wanita tangguh seperti bu ummie.
Terimakasih bu ummie yang sudah menginspirasi.


Setelah mambacakan tulisan tersebut,  pa rofi berkomentar,  "tulisan bu sinta yg paling bagus" wiiih apa ga salah denger nih pak ? Maka dari itu saya dengan pd memposting tulisan saya. Meskipun saya rasa (setelah dibaca berulang kali) masih terdapat diksi yg kurang pas. Ya gapapa lah, yg penting sudah dibilang bagus oleh pa rofi. Hehehe

Judul kelima : bandung euy !
Yang dibacakan oleh bu yuni, bu alin dan ibu siapa ya yg satu lg saya lupa hehe.


Dari workshop hari ini saya sadar bahwa saya bisa untuk menulis, namun konsistensi dan istiqomah nya belum terlihat. Dan juga, apa yg kita tidak suka (seperti workshop di hari minggu yg saya anggap sebagai menodai hari libur) ternyata hal tersebut baik untuk diri kita. Dalam al quran dikatakan "...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (2:216). Saya masih hatus banyak bersyukur.  Hari yg menyenangkan, workshop yg bermanfaat namun diawali oleh prasangka buruk pada hari2 sebelumnya. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari apa yg terjadi di hari ini. Semoga bisa menjadi manusia yg lebih baik di hari esok. Aamiiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar