![]() |
| Foto: dokumen pribadi |
Media sosial itu membuat yg jauh menjadi dekat dan yg dekat menjadi jauh. Ada benarnya. Saya mendapat info ada kajian dhuha di mesjid baru di perumahan sebelah melalui instagram, tetapi saya tidak tahu bahwa di mesjid dekat rumah pun ada kajian dhuha *kaciri tara ka mesjid.
Hari sabtu saat lg iseng buka instagram saya melihat postingan dari ust. Aam amiruddin yg akan mengisi kajian dhuha mesjid al mutazam. Kesempatan bagus untuk saya, karena biasanya saya hanya mendengarkan beliau melalui siaran radio dan live instagram. Tak ada salahnya untuk lgsg datang ke kajian nya kan ? Jarak mesjidnya pun tak begitu jauh dari rumah. Pagi sebelum berangkat terdengar tilawah dari mesjid di dekat rumah. Kemudian di sela-sela tilawah itu ada pengumuman bahwa akan ada kajian dhuha jam 9 pagi. Yhaaa saya udah ada acara. Maaf ya mesjid dekat rumah.
Dari kajian yang saya ikuti, saya mencatat apa yg disampaikan oleh ust. Aam amiruddin. Berikut ringkasannya.
"Menjadi pribadi yg bahagia"
Oleh: aam amiruddin
Ditulis kembali oleh: sintaniay
Oleh: aam amiruddin
Ditulis kembali oleh: sintaniay
Bahagia.
Tentunya semua orang ingin bahagia. Namun, kebahagiaan itu terkait dengan aspek lain. Bahagia tidak bisa berdiri sendiri. Dan Islam mengajari kita : bahagia itu harus dunia akhirat. Seseorang di zaman nabi berkata, 'ya allah percepatlah siksaku di dunia agar di akhirat aku tak mendapat siksa'. Namun rasulullah bersabda. 'mohon lah pada Allah keselamatan di dunia dan di akhirat' hal ini tercantum pada surah Al-Baqarah 201: Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". Doa ini kemudian menjadi doa yg sering diucapkan oleh rasulullah.
Tentunya semua orang ingin bahagia. Namun, kebahagiaan itu terkait dengan aspek lain. Bahagia tidak bisa berdiri sendiri. Dan Islam mengajari kita : bahagia itu harus dunia akhirat. Seseorang di zaman nabi berkata, 'ya allah percepatlah siksaku di dunia agar di akhirat aku tak mendapat siksa'. Namun rasulullah bersabda. 'mohon lah pada Allah keselamatan di dunia dan di akhirat' hal ini tercantum pada surah Al-Baqarah 201: Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". Doa ini kemudian menjadi doa yg sering diucapkan oleh rasulullah.
Lantas, Bagaimana caranya kita menjadi bahagia ? Tentunya kita harus mengetahui tiga pintu kebahagiaan, diantaranya:
1. Jiwa syukur
menikmati apa yg dimiliki dan bisa berbahagia. Memperhatikan sisi baik seseorang, bukan sisi buruknya, dengan itu kita tidak akan banyak mengeluh, tidak banyak membicarakan keburukan tentang orang tersebut. Karena manusia tidak ada yg sempurna.
Kemudian, jiwa syukur bisa tumbuh ketika kita melihat orang yg lebih sulit. Mungkin kita mengeluh jika hari senin tiba, rutinitas lagi, kerja lagi, kuliah lagi. Namun kita lupa bahwa kita dapat bangun dari tidur kita dalam keadaan utuh, tanpa selang infus yang terpasang di tangan, tanpa segala alat medis yang terpasang di tubuh. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (ar rahman:13)
menikmati apa yg dimiliki dan bisa berbahagia. Memperhatikan sisi baik seseorang, bukan sisi buruknya, dengan itu kita tidak akan banyak mengeluh, tidak banyak membicarakan keburukan tentang orang tersebut. Karena manusia tidak ada yg sempurna.
Kemudian, jiwa syukur bisa tumbuh ketika kita melihat orang yg lebih sulit. Mungkin kita mengeluh jika hari senin tiba, rutinitas lagi, kerja lagi, kuliah lagi. Namun kita lupa bahwa kita dapat bangun dari tidur kita dalam keadaan utuh, tanpa selang infus yang terpasang di tangan, tanpa segala alat medis yang terpasang di tubuh. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (ar rahman:13)
2. Sabar
Kata yg sering kita dengar namun untuk dipraktekan bukanlah hal yg mudah. Hidup perlu sabar dan tahan mental. Karena hidup tak pernah ideal. Berikut firman Allah: Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.('Āli `Imrān:200)
Kata yg sering kita dengar namun untuk dipraktekan bukanlah hal yg mudah. Hidup perlu sabar dan tahan mental. Karena hidup tak pernah ideal. Berikut firman Allah: Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.('Āli `Imrān:200)
3. Perbaiki diri (tobat)
Jika ada kesalahanyang kita perbuat, jika ada keliru yang kita rasa, akui lah itu. Terima. Jangan menyalahkan yg lain. Jangan membebankan orang lain.
Lantas apa yg harus kita lakukan ? jika melakukan kesalahan, berhenti dari kesalahan tersebut , mohon ampun kepada Allah dan perbaiki diri kita. Allah berfirman: Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. ('Āli `Imrān:135)
Jika ada kesalahanyang kita perbuat, jika ada keliru yang kita rasa, akui lah itu. Terima. Jangan menyalahkan yg lain. Jangan membebankan orang lain.
Lantas apa yg harus kita lakukan ? jika melakukan kesalahan, berhenti dari kesalahan tersebut , mohon ampun kepada Allah dan perbaiki diri kita. Allah berfirman: Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. ('Āli `Imrān:135)
Itulah catatan saya tentang kajian dhuha hari ini yang tentunya saya tulis kembali menggunakan versi saya sendiri. Semoga tidak mengurangi substansinya.
Terimakasih padamu yg telah membaca, semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar