Perenium utuh
Sebuah cita-cita dan harapan banyak orang nih terkait perenium utuh. Kalau aku sih ga punya angan2 kesana, karena aku menganggap diri ini baru pertama kali melahirkan, masih amatir jadi wajar lah kalo perenium sobek dan menurutku usaha untuk menjaga perenium tetap utuh jg harus dipersiapkan jauh sebelum waktu kelahiran tiba, misalnya dengan pijat Perenium. Aku sendiri ragu dan cenderung enggan untuk pijat Perenium, linu ngebayangin nya jg. Pernah sih pijet sendiri, ga selinu yang dibayangkan. Tapi aku jg gatau sih itu mijetnya udah bener atau belum 😅. Tetapi setelah lahiran, dan tau bagaimana rasanya perenium sobek sehingga harus dijahit, baru deh pengen : kalo lahiran pengen utuh perenium nya. Di hari yang sama aku melahirkan, ada tuh ibu lain yg juga melahirkan dengan perenium utuh! Melahirkan untuk anak ke-3 tapinya. Tuh kan udah pro dia mah! (Tetep membela diri)
Sebuah cita-cita dan harapan banyak orang nih terkait perenium utuh. Kalau aku sih ga punya angan2 kesana, karena aku menganggap diri ini baru pertama kali melahirkan, masih amatir jadi wajar lah kalo perenium sobek dan menurutku usaha untuk menjaga perenium tetap utuh jg harus dipersiapkan jauh sebelum waktu kelahiran tiba, misalnya dengan pijat Perenium. Aku sendiri ragu dan cenderung enggan untuk pijat Perenium, linu ngebayangin nya jg. Pernah sih pijet sendiri, ga selinu yang dibayangkan. Tapi aku jg gatau sih itu mijetnya udah bener atau belum 😅. Tetapi setelah lahiran, dan tau bagaimana rasanya perenium sobek sehingga harus dijahit, baru deh pengen : kalo lahiran pengen utuh perenium nya. Di hari yang sama aku melahirkan, ada tuh ibu lain yg juga melahirkan dengan perenium utuh! Melahirkan untuk anak ke-3 tapinya. Tuh kan udah pro dia mah! (Tetep membela diri)
Plasenta
Beberapa bidan dan dokter menyarankan untuk banyak makan buah dan sayur, terutama di trimester pertama karena untuk pembentukan plasenta. Aku sih iya iya aja. Buah sayur makan, micin, bakso, seblak, indomie juga makan. Ketika di usia kandungan delapan bulan, bidanku bertanya, "suka makan mie instant ga teh ?"
Gue jawab engga. Soalnya emang saat itu udah lama banget ga makan indomie. Semalem makan mie juga mie goreng dapet beli dari tukang nasi goreng.
"Oh iya alhamdullillah. Soalnya mie instant, micin, bakso itu penentu plasenta nanti. Kalo sering banyak makan micin, nanti plasentanya nempel di rahim. Masih mending nempel, ada yang plasentanya pecah. Kalo pecah gitu kan harus saya bersihkan. Kalo ga dibersihkan nanti jadi pendarahan. Sampe tangan saya masuk segini nih untuk bersihin plasentanya" kata bu bidan sambil mengepalkan tangannya. Satu tangan lainnya memegang sikut. Kebayang gue tangan bu bidan sampe sikut ngobok-ngobok rahim gue :((((((
Beberapa bidan dan dokter menyarankan untuk banyak makan buah dan sayur, terutama di trimester pertama karena untuk pembentukan plasenta. Aku sih iya iya aja. Buah sayur makan, micin, bakso, seblak, indomie juga makan. Ketika di usia kandungan delapan bulan, bidanku bertanya, "suka makan mie instant ga teh ?"
Gue jawab engga. Soalnya emang saat itu udah lama banget ga makan indomie. Semalem makan mie juga mie goreng dapet beli dari tukang nasi goreng.
"Oh iya alhamdullillah. Soalnya mie instant, micin, bakso itu penentu plasenta nanti. Kalo sering banyak makan micin, nanti plasentanya nempel di rahim. Masih mending nempel, ada yang plasentanya pecah. Kalo pecah gitu kan harus saya bersihkan. Kalo ga dibersihkan nanti jadi pendarahan. Sampe tangan saya masuk segini nih untuk bersihin plasentanya" kata bu bidan sambil mengepalkan tangannya. Satu tangan lainnya memegang sikut. Kebayang gue tangan bu bidan sampe sikut ngobok-ngobok rahim gue :((((((
Pulang dari bidan langsung tobat gakan makan indomie, micin dan baso lagi. Terus tiba-tiba kampanye anti micin ke temen-temen di tempat kerja yang lagi hamil. Juga tiap hari kasih afirmasi ke Janin, "yang, —nama panggilan Janin: ayang— kalo lahir nanti jangan lupa ajak plasentanya juga ya. Jangan ditinggal sendiri di dalem rahim. Kan plasenta itu yang nemenin ayang selama ini di dalam perut"
Ketika usia kandungan delapan bulan, plasenta aman. Maksudnya letaknya ada di atas, tidak menghalangi jalan lahir. Tali pusat juga aman, tidak ada yang melilit ke Janin. Air Ketuban aman, banyakin minum air putih aja kata bidan.
Ketika lahiran alhamdullillah plasenta juga ikut lahir dengan aman. Kek ngagolosor begitu saja dia keluar dari jalan lahir. Namun, Tali pusar ku ternyata pendek. Alhamdullillah nya si tali pusat yang pendek itu ga melilit si Janin. Tahu ttg tali pusar yang pendek, mama tiba2 jadi juru kampanye ttg pentingnya makan buah dan sayur di trimester pertama kepada siapa saja yang datang berkunjung menengok bayi.
Air Ketuban
Setelah disinggung di postingan sebelumnya tentang air ketubanku yang hijau, aku langsung browsing kenapa dan apa bahayanya. Dari beberapa laman yang dibaca, katanya penyebabnya adalah fases pertama bayi keluar ketika masih dalam kandungan, ditandai dengan demamnya si ibu.
Aku langsung inget pertanyaan bu bidan,
"Pernah minum kopi? Jamu ? Pernah sakit ? Demam? Flu? Kapan?"
Kemungkinannya adalah kopi, jamu dan sakit demam yang dapat menimbulkan air Ketuban menjadi hijau. Dan aku memang pernah flu dua kali, sampai demam. Tapi alhamdullillah ga berlarut-larut demamnya.
Kemungkinan lainnya adalah janin stress. Hal ini sering dikaitkan dengan 'kalau ibunya stress, janin nya juga ikut stress'. Aku akui aku memang banyak stress ketika hamil.
Kemungkinan lainnya juga adalah ibunya ga stress, tapi janinnya stress karena terlalu lama mencari jalan lahir. Bisa juga, aku merasakan gelombang cinta hampir dua hari dua malam, cukup lama menurutku ya wajar kalau janin stress dan bab pertama nya ketika masih di dalam rahim. So far, alhamdullillah janinku segera lahir, si air Ketuban yang hijau itu tidak tertelan janin. Sehingga bayiku lahir dengan sehat walafiat.
Setelah disinggung di postingan sebelumnya tentang air ketubanku yang hijau, aku langsung browsing kenapa dan apa bahayanya. Dari beberapa laman yang dibaca, katanya penyebabnya adalah fases pertama bayi keluar ketika masih dalam kandungan, ditandai dengan demamnya si ibu.
Aku langsung inget pertanyaan bu bidan,
"Pernah minum kopi? Jamu ? Pernah sakit ? Demam? Flu? Kapan?"
Kemungkinannya adalah kopi, jamu dan sakit demam yang dapat menimbulkan air Ketuban menjadi hijau. Dan aku memang pernah flu dua kali, sampai demam. Tapi alhamdullillah ga berlarut-larut demamnya.
Kemungkinan lainnya adalah janin stress. Hal ini sering dikaitkan dengan 'kalau ibunya stress, janin nya juga ikut stress'. Aku akui aku memang banyak stress ketika hamil.
Kemungkinan lainnya juga adalah ibunya ga stress, tapi janinnya stress karena terlalu lama mencari jalan lahir. Bisa juga, aku merasakan gelombang cinta hampir dua hari dua malam, cukup lama menurutku ya wajar kalau janin stress dan bab pertama nya ketika masih di dalam rahim. So far, alhamdullillah janinku segera lahir, si air Ketuban yang hijau itu tidak tertelan janin. Sehingga bayiku lahir dengan sehat walafiat.
Lemak bayi
Menurutku ini sebuah prestasi yang membanggakan, pasalnya baik bidan, mamaku dan mertuaku juga heran. Bayiku lahir bersih tanpa lemak sedikit pun yang menyelimuti badannya. Tanpa ada leuleugeuteun alias kerak hitam di kepala yang mesti dibersihkan.
Ku ingat lagi pertanyaan bidan,
"suka tidur siang?"
"Hobby" jawabku
"Berarti mitos ya, kata orang kalo sering tidur siang selama hamil nanti bayinya banyak lemak yang nempel di badannya"
"Ngejaga makanan ya teh?" Tanyanya lagi
Ga juga, kataku dalam hati. Itu micin, bakso seblak juga gue makan. Tapi ya ga banyak juga.
"Teteh mah emang doyan makan sayur"jawab mama menambahkan.
Perlu diketahui bahwa aku memang suka tidur siang, tapi setiap abis tidur siang langsung mandi, kalau ga mandi ya minimal perut diusap aja pake air. Terus kalau sudah berhubungan sama suami langsung bebersih juga. "Biar gada lemak di bayinya", Kata nenek dan paraji sih gitu. Dan ternyata tips dari mereka jitu. Juga, aku minum minyak zaitun satu sendok tiap hari, katanya itu yang membersihkan lemak dari badan janin. Biar lahirannya lancar. Tapi ada yang bilang juga jangan, nanti air Ketuban nya jadi hijau. Wallahu Alam. Tapi beberapa orang minum v.co juga ko selama hamil. Entah bagaimana efeknya.
Menurutku ini sebuah prestasi yang membanggakan, pasalnya baik bidan, mamaku dan mertuaku juga heran. Bayiku lahir bersih tanpa lemak sedikit pun yang menyelimuti badannya. Tanpa ada leuleugeuteun alias kerak hitam di kepala yang mesti dibersihkan.
Ku ingat lagi pertanyaan bidan,
"suka tidur siang?"
"Hobby" jawabku
"Berarti mitos ya, kata orang kalo sering tidur siang selama hamil nanti bayinya banyak lemak yang nempel di badannya"
"Ngejaga makanan ya teh?" Tanyanya lagi
Ga juga, kataku dalam hati. Itu micin, bakso seblak juga gue makan. Tapi ya ga banyak juga.
"Teteh mah emang doyan makan sayur"jawab mama menambahkan.
Perlu diketahui bahwa aku memang suka tidur siang, tapi setiap abis tidur siang langsung mandi, kalau ga mandi ya minimal perut diusap aja pake air. Terus kalau sudah berhubungan sama suami langsung bebersih juga. "Biar gada lemak di bayinya", Kata nenek dan paraji sih gitu. Dan ternyata tips dari mereka jitu. Juga, aku minum minyak zaitun satu sendok tiap hari, katanya itu yang membersihkan lemak dari badan janin. Biar lahirannya lancar. Tapi ada yang bilang juga jangan, nanti air Ketuban nya jadi hijau. Wallahu Alam. Tapi beberapa orang minum v.co juga ko selama hamil. Entah bagaimana efeknya.
Tubuh pasca melahirkan
Ada yang bilang, melahirkan normal pervaginam itu sakit waktu lahirannya, setelah itu engga. Melahirkan dengan operasi itu ga sakit waktu lahiran, tapi sakit ketika pemulihannya. Oke, untuk Melahirkan dengan operasi mungkin memang seperti itu. Tetapi, melahirkan dengan normal pervaginam juga sakit ketika pemulihannya coy! Satu-dua jam setelah lahiran, aku masih bisa main hp, update status, dll. Tiga jam, dan seterusnya baru kerasa pegel-pegel dan nyeri di seluruh tubuh. Badanku tuh kaya remuk, lelah banget, fisik langsung drop. Rebahan ga enak, ganti posisi tidur dari terlentang ke miring kanan/ kiri susah, bangun susah, duduk susah, berdiri nyeri, jalan nyeri, perut yang asalnya penuh tiba-tiba kosong, linu. Pokonya sakit se sakit-sakitnya, dan cape banget rasanya. Berasa abis ikut marathon berpuluh-puluh kilometer. Ga cuma sehari dua hari, bahkan lebih dari seminggu rasa sakit itu masih kerasa. Belum lagi perinium juga terluka, wah pokonya kata yang bisa menggambarkan semua ini adalah sakit. Di rumah yang biasanya bisa melakukan aktifitas apapun, ketika pasca melahirkan atau post patrum ke toilet aja butuh tenaga ekstra. Belum lagi ga boleh banyak gerak, masih banyak butuh istirahat sedangkan bayi juga nunggu untuk diurus. Belum lagi banyak tamu yang berkunjung nengokin bayi. Sibuk sekali.
Ada yang bilang, melahirkan normal pervaginam itu sakit waktu lahirannya, setelah itu engga. Melahirkan dengan operasi itu ga sakit waktu lahiran, tapi sakit ketika pemulihannya. Oke, untuk Melahirkan dengan operasi mungkin memang seperti itu. Tetapi, melahirkan dengan normal pervaginam juga sakit ketika pemulihannya coy! Satu-dua jam setelah lahiran, aku masih bisa main hp, update status, dll. Tiga jam, dan seterusnya baru kerasa pegel-pegel dan nyeri di seluruh tubuh. Badanku tuh kaya remuk, lelah banget, fisik langsung drop. Rebahan ga enak, ganti posisi tidur dari terlentang ke miring kanan/ kiri susah, bangun susah, duduk susah, berdiri nyeri, jalan nyeri, perut yang asalnya penuh tiba-tiba kosong, linu. Pokonya sakit se sakit-sakitnya, dan cape banget rasanya. Berasa abis ikut marathon berpuluh-puluh kilometer. Ga cuma sehari dua hari, bahkan lebih dari seminggu rasa sakit itu masih kerasa. Belum lagi perinium juga terluka, wah pokonya kata yang bisa menggambarkan semua ini adalah sakit. Di rumah yang biasanya bisa melakukan aktifitas apapun, ketika pasca melahirkan atau post patrum ke toilet aja butuh tenaga ekstra. Belum lagi ga boleh banyak gerak, masih banyak butuh istirahat sedangkan bayi juga nunggu untuk diurus. Belum lagi banyak tamu yang berkunjung nengokin bayi. Sibuk sekali.
Temanku pernah posting tentang baby blues, post patrum depression, dan dia berargumen bahwa, "rerata orang tuh fokus sama bayi yang lahir, ga mengapresiasi ibunya yang melahirkan, wajar kalo sang ibu kena baby blues, bahkan sampai ppd". Aku setuju apa kata dia. Bisa dihitung orang-orang yang mengapresiasi, juga mendoakan untuk kesehatan ku, tidak hanya si bayi. Dan yang paling penting dari pemulihan pasca melahirkan adalah support system dari orang sekitar. Alhamdullillah suami, keluarga ku, mertua juga sangat memperhatikanku, bukan hanya bayi. Jadi setelah sepuluh hari pasca melahirkan, aku mulai bisa beraktivitas lagi seperti biasa.
Biaya persalinan
Temanku pernah posting biaya persalinan, tips and tricksnya juga. Bisa cek di highlight nya Instagram @shabilestari. Tidak dapat dipungkiri bahwa biaya persalinan juga harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Aku dan suami mulai nabung sejak usia kehamilan 6 minggu. Patokan tabungannya adalah hingga mencapai biaya persalinan operasi di rumah sakit. Meskipun hati ini ingin melahirkan normal pervaginam, tapi ya harus mempersiapkan juga kan. Untuk persalinan nya sendiri, pilih lah provider : nakes, baik dokter/ bidan yang klop, yang tau riwayat dari awal kehamilan. Tentang biaya persalinan, kalo aku kasih tipsnya nih, pakailah asuransi yang kau punya. Itu aja. Nabung & pakai asuransi.
Temanku pernah posting biaya persalinan, tips and tricksnya juga. Bisa cek di highlight nya Instagram @shabilestari. Tidak dapat dipungkiri bahwa biaya persalinan juga harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Aku dan suami mulai nabung sejak usia kehamilan 6 minggu. Patokan tabungannya adalah hingga mencapai biaya persalinan operasi di rumah sakit. Meskipun hati ini ingin melahirkan normal pervaginam, tapi ya harus mempersiapkan juga kan. Untuk persalinan nya sendiri, pilih lah provider : nakes, baik dokter/ bidan yang klop, yang tau riwayat dari awal kehamilan. Tentang biaya persalinan, kalo aku kasih tipsnya nih, pakailah asuransi yang kau punya. Itu aja. Nabung & pakai asuransi.
Bagaimana bisa melahirkan lancar pervaginam ?
Berdayakan diri, jangan mager, ikutlah pra natal yoga, senam ibu hamil. Pakai birthing ball. Selama hamil, saya jalan kaki ke tempat kerja (memang deket sih cuma 4 menit). Mulai usia kehamilan 6 bulan, tiap weekend jalan kaki selama satu jam. Juga ikut kelas yoga seminggu sekali. Kemudian relaksasi hypnobirthing.
Berdayakan diri, jangan mager, ikutlah pra natal yoga, senam ibu hamil. Pakai birthing ball. Selama hamil, saya jalan kaki ke tempat kerja (memang deket sih cuma 4 menit). Mulai usia kehamilan 6 bulan, tiap weekend jalan kaki selama satu jam. Juga ikut kelas yoga seminggu sekali. Kemudian relaksasi hypnobirthing.
Itu yang mungkin bisa aku share tentang kehamilan pertamaku ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi yang membaca dan yang ingin berdiskusi, saya persilakan :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar