Minggu, 01 Desember 2019

Meong meong

Saya bukan pecinta kucing, namun saya juga bukan pembenci kucing. Namun teman-teman saya pecinta kucing, jadi saya tahu satu dua hal tentang kucing. Suami sejak dulu melihara kucing, tetapi saya tidak bisa menerima keberadaan kucing di dalam rumah. Tak tega melihat kucing mengais makanan dari tempat sampah, maka, jika kami makan ayam/ikan, tulangnya selalu kami taruh di teras untuk dimakan kucing liar yang berlalu lalang. Selalu seperti itu. Sampai ketika kami pindah, hunian kami kini tidak boleh memelihara kucing karena sang kucing belum lulus toilet training sehingga mengganggu para tetangga. Saat saya tinggal di sini, ada dua kucing yang sering berkeliaran. Kucing liar tentunya. Jika terlihat oleh Induk semang, kucing-kucing ini diteriaki, kemudian diusir. Mungkin dia tak ingin para penyewa ribut lagi tentang kucing.

Ketika sore menjelang, matahari tertutupi oleh awan hujan, seekor kucing mengeong. Entah apa maksudnya, apakah ia sedang lapar, ataukah ia sedang birahi? Sedih mendengarnya, ketika saya punya tulang ayam, namun tak bisa memberinya.

Pada akhirnya, saya dan alfin hanya bisa melihat kucing itu dari balik pintu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar