Pengalaman di masa putih ini memang bener-bener the best. Kalo waktu smp dulu aku bilang pengalaman smp yang the best, ini lain lagi. Karena banyak hal yang tidak aku dapatkan di smp yang membuat masa putih abu ku ini menjadi the best. Yang berkesan dari masa putih abu dan gak di temukan di smp manapun:
1.
Pelajaran
kejuruan. Pastinya, di smp manapun gak bakalan nemu pelajaran ini. akuntansi,
kewirausahaan, K3LH, Perpajakan, MYOB, etika, steno, pelayanan prima,
surat-menyurat, dan lain sebagainya. Bersyukut kepada Allah SWT yang telah menciptakan
Luca Pacioli, penemu sistem tata buku —yang kita kenal sekarang sebagai
akuntansi. Terimakasih atas jasa mas pacioli, aku dan teman-teman mengalami
hiruk pikuk, stress nya menjadi anak AK.
2.
Yang tidak
di temui saat smp ialah banyak nya siswa perempuan. Di sekolahku, terdapat
lebih dari 2000 siswa perempuan. Dikelasku terdapat 37 siwa perempuan dan 2
siswa laki-laki. Buatku, itu menjadi sebuah petualangan terbaru, tantagan
terbaru, dimana kita tak harus selalu bergantung pada lelaki. Kita harus bisa
berdiri tegak di atas kaki sendiri di dalam jiwa perempuan. Hidup perempuan!
3.
Tanggung
jawab. Di masa putih abu ini aku cukup aktif dalam organisasi. Aku aktif di
pmr, aku mengikuti kepengurusan kelas, dan pengembangan diri lainnya. Dalam
organisasi tersebut aku belajar apa yang namanya tanggung jawab. Apa itu kedisiplinan,
konsistensi, konsekuensi, solidaritas dan lain-lain. Aku di percaya sebagai
wakil komandan dan aku diberi kepercayaan oleh orang tua ku untuk tidak
melakukan hal negative karena aku selalu pulang malam akibat rapat pmr. Aku
harus bisa membedakan antara tanggung jawabku sebagai wakil komandan dan
tanggung jawabku sebagai anak mama. Aku pun diberi kepercayaan oleh
teman-temanku untuk menjadi ketua kelas selama kelas 2. Saat awal kelas 3 dan
aku hendak di calonkan kembali untuk menjadi ketua kelas, aku menolaknya.
Karena bagiku, tugas mulia itu terlalu berat untuk aku tanggung.
4.
Persahabatan
dan kekeluargaan. Point yang terakhir ini sangat berkesan. Kenapa? Karena tadi
aku telah menyebutkan, dalam kelas ku itu terdapat 37 siswa perempuan dan 2
siswa laki-laki. Bisa dibayangkan sifat-sifat dari perempuan: cerewet—kalo
ngomong gak bisa berhenti, dan aku termasuk didalamnya—, egois, senang akan
fashion, gossip, sinetron, ngomongin cowok, ngerebutin cowok, kecengan, pacar,
bahkan mantan sekalipun. Bertengkar ala cewek—saling mengejek, tanpa kekerasan
fisik, tetapi bisa berlangsung berminggu-minggu—, cewek senang akan dandan,
kosmetik, menangis dan hal-hal tek tek bengek lainnya yang akan kurindukan saat
aku lulus nanti.
Persahabatan? Ya, persahabatan kita sangat kuat. Mengingat banyaknya
siswa perempuan dan aku aktif dalam berbagai hal, tak sulit bagi ku untuk
mendapatkan banyak teman dari berbagai kelas. Yang cantik, yang gak cantk, yang
putih, yang gak putih , yang pinter, yang malas, yang baik, yang nakal, yang
soleh, yang tomboy, yang girly, yang lekong, komplit! Sok mau milih yang gimana
lagi?
Sahabat-sahabatku—tentunya bukan yang aku sebutkan diatas, karena
sahabat-sahabat ku di AK 4 ini cenderung kedalam golongan yang sedikit sengklek, atau sering kita sebut
gila—selalu ada saat aku butuhkan, selalu care
sama aku, meskipun aku sedang tidak bersama mereka. Contohnya saat aku menjadi
panitia LDKS, datang kesekolah paling subuh dan pulang paling malam.
Temen-temen pada sms aku: jangan lupa makan, jaga kesehatan di jadwalmu yang
padat ini. tubuhmu sudah kurus, kami tak ingin melihatmu tambah kurus! Dan
sebagainya…
Juga 2 lelaki yang ada di kelas, yaitu Agus dan Rizki. Agus orangnya
perhatian, sedangkan Rizki orangnya care.
Agus, tempat curhat aku kalau aku lagi galau. Dia baik, mau ngedengerin
curhatan aku yang panjang lebar, selalu memberikan nasihat positif, selalu
membuka pikiran aku, dan memandang semuanya dengan pikiran positif dan
mengembalikan semuanya kepada sang Pencipta. Kalo deket sama Agus, dijamin gak
akan lupa sama yang namanya solat. Kata Agus: hidup ini indah bagi orang-orang yang selalu berfikir positif.
Aseeek!
Lain lagi dengan Rizki. Rizki gak se-perhatian dan se-respect Agus.
Misalnya saat aku ingin nebeng di
motornya.
Aku : rizki, aku mau ketemu sama Gingin—temen
smp, aku Rizki dan Gingin satu kelas selama 2 tahun di smp— mau ikut?
Rizki: gak ah, males
Maksud aku kan ngajak Rizki itu biar aku bisa nebeng di motornya. Beda sama Agus:
Aku: Agus, mau pulang kemana?
Agus: ke rumah. Kenapa? Mau
bareng?
Nah! Itu jawaban yang aku inginkan! Tanpa aku ngomong, Agus udah tau
maksud dan tujuan aku! Tapi Rizki orangya care,
selalu ada disaat aku nangis dan selalu berusaha untuk ngarepehkeun aku. Meskipun aku repeh
sendiri tanpa bantuan dari Rizki.
Pernah aku nangis dikelas bareng ±20 teman lainnya selama ± satu jam gak berhenti-berhenti. Rizki datang mendekat. Aku tau, cowok
itu paling gak bisa melihat cewek nangis. Aku tau, maksud dia itu biar aku sama
temen-temen yang lain biar gak nangis lagi. Tapi aku juga tau, Rizki tak tau
cara melakukannya. Ia tak tau apa yang harus ia perbuat. Ia hanya melipat
tangan dan memandangi kami yang tak henti-hentinya menarik tissue.
Dikasus lain, aku menangis panik karena tidak membawa tugas bahasa
Indonesia yang telah aku kerjakan semalam sebanyak 4 lembar. Rizki datang. Aku
masih menangis panik.
“aku
bantu cari, jangan nangis dong!” katanya sambil ngubek-ngubek isi tasku.
Kemudian saat ujian MYOB, aku ingin menangis karena komputer yang aku
tempati tidak terdapat aplikasi MYOB, sedangkan teman-teman yang lain telah
memasukan nomor akun dan mengerjakan transaksi jurnal. Melihat gelagatku yang
stress dan akan berakhir dengan pertumpahan air mata, Rizki datang dan
memberikan flashdisk, “ini ada mentahan program MYOB, install dulu aja. Jangan
nangis!” walaupun Rizki lebih muda 8 hari dari pada aku, tapi ia seperti
kakakku yang berusaha untukku agar aku tidak menangis.
Kalo Agus, saat aku bersama
±20 teman ku menangis dalam kelas, ia terlihat biasa saja. tapi saat aku
menghampirinya untuk bertanya sesuatu, ia balik bertanya, “tadi nangis kenapa?”
ooow~~ hanya 3 kata itu, tapi aku seperti mendapatkan perhatian penuh dari
seorang lelaki. —Ingat! Wanita selalu ingin dimengerti, di beri perhatian
labih!— aku menjawabnya malu-malu lalu menceritakan semua permasalahanku.
Kekeluargaan?
Dari kejadian nangis berjamaah selama ± 1 jam penuh diikuti oleh ±20
remaja putri yang sedang galau dan diimami oleh Sinta Tania—aku, membuat mata
perih dan sembab, tapi hati terasa plong. Aku cerita sampai nangis, temen-temen
yang lain ikut nangis. Ruhe & Idip cerita sampe nangis, aku ikutan nangis.
Dari hal-hal seperti itu membuat satu sama lain menjadi lebih dekat, lebih
mengenal layaknya sebuah keluarga yang sudah tak malu berbagi segala keluh
kesah yang ia tanggung. Yang percaya akan keluarga akan menjaga rahasia satu
sama lain. Itulah kita.
Pernah, aku dan gia ke rumah
Ichell sampai jam 5 sore. Karena orang tua Ichell sedang ke Garut, jadi
penghuni rumah hanya kita bertiga. Kami bertiga seperti anak kost saat itu. dan
rumah Ichell seperti milik kita bertiga. Apapun yang aku ingin lakukan, aku
melakukannya sendiri, bukan sebagai tamu. “ichell aku mau ke kamar mandi”.
“sok” jawabnya tanpa mengantar ku. dan aku nyelonong
ke kamar mandi. “ichell aku mau solat”. “ambil aja mukena nya di kamar”. Saat
itu, aku merasa bukan sebagai tamu di rumah Ichell. Tapi terasa seperti bagian
dari keluarga Ichell dan kakak bagi si bungsu, Gia.
Persahabata, kekeluargaan, apa
tidak ada konflik? Justru ada! Seperti yang dikatakan pak Eko, akibat dari konflik itu ada sisi positif dan
negatifnya. Sisi negatifnya yaitu akan menimbulkan korban, sisi positif nya
yaitu bertambah kuat nya hubungan antara pelaku konflik. Tapi aku ambil
sisi positif nya aja. Kita bisa deket kayak gini tak lain dan tak bukan karena
adanya konflik. Dulu ada konflik dalem kelas, satu kubu melawan kubu lainnya,
satu kubu melawan satu orang, beberapa kubu bersatu mejadi satu memerangi satu
orang, antar perorangan bertengakar sambil melempar barang bawaannya, konflik
karena pacarnya direbut, rebutan pacar, kecengan, bahkan mantan sekalipun, dan
sebagainya. Aku pernah jadi KM, memang tidak mudah menyatukan kepala 39 orang
ini ditambah mayoritas perempuan yang punya rasa egois yang tinggi. Tapi
alhamdulilah, bisa berdiri tegak lagi karena temen-temen semua. Karena
mengingat akan tanggung jawab, aku harus bisa menjadi penengah dalam semua
konflik yang terjadi.
Kita bisa bersatu kayak gini,
membentuk persahabatan, kekeluargaan, kita menjadi dewasa, karena kita telah
belajar melalui konflik di masa lalu dan berusaha memperbaiki diri untuk tidak
mengulangi nya di masa depan. Ichell pernah ngirim sms yang isinya:
pain makes you stronger
tears makes you braver
heartbraker makes you wiser,
so, thank the past for a better
future
point yang terakhir,
persahabatan, kekeluargaan yang terjadi diantara kita semua amat sangat
berkesan bagi kehidupanku. Ini akan menjadi sebuah cerita, bagi anak cucuku
kelak, bahwa aku telah memiliki teman yang luar biasa seperti kalian.
tak mudah untuk kita hadapi
perbedaan yang berarti
tak mudah untuk kita lewati
rintangan silih berganti
kau masih berdiri
kita masih di sini
tunjukkan pada dunia
arti sahabat
kau teman sehati
kita teman sejati
hadapilan dunia
genggam tanganku
tak mudah untuk kita sadari
saling mendengarkan hati
tak mudah untuk kita pahami
berbagi rasa di hati
kau adalah..
tempatku membagi kisahku
kau sempurna
jadi bagian hidupku
apapun kekuranganmu
(nidji-arti sahabat)
tak mudah untuk kita hadapi
perbedaan yang berarti
tak mudah untuk kita lewati
rintangan silih berganti
kau masih berdiri
kita masih di sini
tunjukkan pada dunia
arti sahabat
kau teman sehati
kita teman sejati
hadapilan dunia
genggam tanganku
tak mudah untuk kita sadari
saling mendengarkan hati
tak mudah untuk kita pahami
berbagi rasa di hati
kau adalah..
tempatku membagi kisahku
kau sempurna
jadi bagian hidupku
apapun kekuranganmu
(nidji-arti sahabat)
- Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku
Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi
Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
Bila ku ingin terbang… terbang meninggalkanmu
Ku s’lalu membanggakanmu, kaupun s'lalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
Merdeka kita, kita merdeka
Tak pernah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Akhir perjalanan ini
(s07- sahabat sejati)
bersamamu ku habiskan waktusenang bisa mengenal dirimurasanya semua begitu sempurnasayang untuk mengakhirinyajangan lah bergantitetaplah seperti ini(ipank-sahabat kecil)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar