Kamis, 15 Desember 2011

Memories at my vocational high school


Pengalaman di masa putih ini memang bener-bener the best. Kalo waktu smp dulu aku bilang pengalaman smp yang the best, ini lain lagi. Karena banyak hal yang tidak aku dapatkan di smp yang membuat masa putih abu ku ini menjadi the best. Yang berkesan dari masa putih abu dan gak di temukan di smp manapun:
1.       Pelajaran kejuruan. Pastinya, di smp manapun gak bakalan nemu pelajaran ini. akuntansi, kewirausahaan, K3LH, Perpajakan, MYOB, etika, steno, pelayanan prima, surat-menyurat, dan lain sebagainya. Bersyukut kepada Allah SWT yang telah menciptakan Luca Pacioli, penemu sistem tata buku —yang kita kenal sekarang sebagai akuntansi. Terimakasih atas jasa mas pacioli, aku dan teman-teman mengalami hiruk pikuk, stress nya menjadi anak AK.
2.       Yang tidak di temui saat smp ialah banyak nya siswa perempuan. Di sekolahku, terdapat lebih dari 2000 siswa perempuan. Dikelasku terdapat 37 siwa perempuan dan 2 siswa laki-laki. Buatku, itu menjadi sebuah petualangan terbaru, tantagan terbaru, dimana kita tak harus selalu bergantung pada lelaki. Kita harus bisa berdiri tegak di atas kaki sendiri di dalam jiwa perempuan. Hidup perempuan!
3.       Tanggung jawab. Di masa putih abu ini aku cukup aktif dalam organisasi. Aku aktif di pmr, aku mengikuti kepengurusan kelas, dan pengembangan diri lainnya. Dalam organisasi tersebut aku belajar apa yang namanya tanggung jawab. Apa itu kedisiplinan, konsistensi, konsekuensi, solidaritas dan lain-lain. Aku di percaya sebagai wakil komandan dan aku diberi kepercayaan oleh orang tua ku untuk tidak melakukan hal negative karena aku selalu pulang malam akibat rapat pmr. Aku harus bisa membedakan antara tanggung jawabku sebagai wakil komandan dan tanggung jawabku sebagai anak mama. Aku pun diberi kepercayaan oleh teman-temanku untuk menjadi ketua kelas selama kelas 2. Saat awal kelas 3 dan aku hendak di calonkan kembali untuk menjadi ketua kelas, aku menolaknya. Karena bagiku, tugas mulia itu terlalu berat untuk aku tanggung.
4.       Persahabatan dan kekeluargaan. Point yang terakhir ini sangat berkesan. Kenapa? Karena tadi aku telah menyebutkan, dalam kelas ku itu terdapat 37 siswa perempuan dan 2 siswa laki-laki. Bisa dibayangkan sifat-sifat dari perempuan: cerewet—kalo ngomong gak bisa berhenti, dan aku termasuk didalamnya—, egois, senang akan fashion, gossip, sinetron, ngomongin cowok, ngerebutin cowok, kecengan, pacar, bahkan mantan sekalipun. Bertengkar ala cewek—saling mengejek, tanpa kekerasan fisik, tetapi bisa berlangsung berminggu-minggu—, cewek senang akan dandan, kosmetik, menangis dan hal-hal tek tek bengek lainnya yang akan kurindukan saat aku lulus nanti.
Persahabatan? Ya, persahabatan kita sangat kuat. Mengingat banyaknya siswa perempuan dan aku aktif dalam berbagai hal, tak sulit bagi ku untuk mendapatkan banyak teman dari berbagai kelas. Yang cantik, yang gak cantk, yang putih, yang gak putih , yang pinter, yang malas, yang baik, yang nakal, yang soleh, yang tomboy, yang girly, yang lekong, komplit! Sok mau milih yang gimana lagi?
Sahabat-sahabatku—tentunya bukan yang aku sebutkan diatas, karena sahabat-sahabat ku di AK 4 ini cenderung kedalam golongan yang sedikit sengklek, atau sering kita sebut gila—selalu ada saat aku butuhkan, selalu care sama aku, meskipun aku sedang tidak bersama mereka. Contohnya saat aku menjadi panitia LDKS, datang kesekolah paling subuh dan pulang paling malam. Temen-temen pada sms aku: jangan lupa makan, jaga kesehatan di jadwalmu yang padat ini. tubuhmu sudah kurus, kami tak ingin melihatmu tambah kurus! Dan sebagainya…
Juga 2 lelaki yang ada di kelas, yaitu Agus dan Rizki. Agus orangnya perhatian, sedangkan Rizki orangnya care. Agus, tempat curhat aku kalau aku lagi galau. Dia baik, mau ngedengerin curhatan aku yang panjang lebar, selalu memberikan nasihat positif, selalu membuka pikiran aku, dan memandang semuanya dengan pikiran positif dan mengembalikan semuanya kepada sang Pencipta. Kalo deket sama Agus, dijamin gak akan lupa sama yang namanya solat. Kata Agus: hidup ini indah bagi orang-orang yang selalu berfikir positif. Aseeek!
Lain lagi dengan Rizki. Rizki gak se-perhatian dan se-respect Agus. Misalnya saat aku ingin nebeng di motornya.
                Aku :      rizki, aku mau ketemu sama Gingin—temen smp, aku Rizki dan Gingin satu kelas selama 2 tahun di smp— mau ikut?
Rizki:      gak ah, males
Maksud aku kan ngajak Rizki itu biar aku bisa nebeng di motornya. Beda sama Agus:
Aku:       Agus, mau pulang kemana?
Agus:     ke rumah. Kenapa? Mau bareng?
Nah! Itu jawaban yang aku inginkan! Tanpa aku ngomong, Agus udah tau maksud dan tujuan aku! Tapi Rizki orangya care, selalu ada disaat aku nangis dan selalu berusaha untuk ngarepehkeun aku. Meskipun aku repeh sendiri tanpa bantuan dari Rizki.
Pernah aku nangis dikelas bareng  ±20 teman lainnya selama ± satu jam gak berhenti-berhenti. Rizki datang mendekat. Aku tau, cowok itu paling gak bisa melihat cewek nangis. Aku tau, maksud dia itu biar aku sama temen-temen yang lain biar gak nangis lagi. Tapi aku juga tau, Rizki tak tau cara melakukannya. Ia tak tau apa yang harus ia perbuat. Ia hanya melipat tangan dan memandangi kami yang tak henti-hentinya menarik tissue.
Dikasus lain, aku menangis panik karena tidak membawa tugas bahasa Indonesia yang telah aku kerjakan semalam sebanyak 4 lembar. Rizki datang. Aku masih menangis panik.
                                “aku bantu cari, jangan nangis dong!” katanya sambil ngubek-ngubek isi tasku.
Kemudian saat ujian MYOB, aku ingin menangis karena komputer yang aku tempati tidak terdapat aplikasi MYOB, sedangkan teman-teman yang lain telah memasukan nomor akun dan mengerjakan transaksi jurnal. Melihat gelagatku yang stress dan akan berakhir dengan pertumpahan air mata, Rizki datang dan memberikan flashdisk, “ini ada mentahan program MYOB, install dulu aja. Jangan nangis!” walaupun Rizki lebih muda 8 hari dari pada aku, tapi ia seperti kakakku yang berusaha untukku agar aku tidak menangis.
Kalo Agus, saat aku bersama ±20 teman ku menangis dalam kelas, ia terlihat biasa saja. tapi saat aku menghampirinya untuk bertanya sesuatu, ia balik bertanya, “tadi nangis kenapa?” ooow~~ hanya 3 kata itu, tapi aku seperti mendapatkan perhatian penuh dari seorang lelaki. —Ingat! Wanita selalu ingin dimengerti, di beri perhatian labih!— aku menjawabnya malu-malu lalu menceritakan semua permasalahanku.
Kekeluargaan?
Dari kejadian nangis berjamaah selama ± 1 jam penuh diikuti oleh ±20 remaja putri yang sedang galau dan diimami oleh Sinta Tania—aku, membuat mata perih dan sembab, tapi hati terasa plong. Aku cerita sampai nangis, temen-temen yang lain ikut nangis. Ruhe & Idip cerita sampe nangis, aku ikutan nangis. Dari hal-hal seperti itu membuat satu sama lain menjadi lebih dekat, lebih mengenal layaknya sebuah keluarga yang sudah tak malu berbagi segala keluh kesah yang ia tanggung. Yang percaya akan keluarga akan menjaga rahasia satu sama lain. Itulah kita.
Pernah, aku dan gia ke rumah Ichell sampai jam 5 sore. Karena orang tua Ichell sedang ke Garut, jadi penghuni rumah hanya kita bertiga. Kami bertiga seperti anak kost saat itu. dan rumah Ichell seperti milik kita bertiga. Apapun yang aku ingin lakukan, aku melakukannya sendiri, bukan sebagai tamu. “ichell aku mau ke kamar mandi”. “sok” jawabnya tanpa mengantar ku. dan aku nyelonong ke kamar mandi. “ichell aku mau solat”. “ambil aja mukena nya di kamar”. Saat itu, aku merasa bukan sebagai tamu di rumah Ichell. Tapi terasa seperti bagian dari keluarga Ichell dan kakak bagi si bungsu, Gia.
Persahabata, kekeluargaan, apa tidak ada konflik? Justru ada! Seperti yang dikatakan pak Eko, akibat dari konflik itu ada sisi positif dan negatifnya. Sisi negatifnya yaitu akan menimbulkan korban, sisi positif nya yaitu bertambah kuat nya hubungan antara pelaku konflik. Tapi aku ambil sisi positif nya aja. Kita bisa deket kayak gini tak lain dan tak bukan karena adanya konflik. Dulu ada konflik dalem kelas, satu kubu melawan kubu lainnya, satu kubu melawan satu orang, beberapa kubu bersatu mejadi satu memerangi satu orang, antar perorangan bertengakar sambil melempar barang bawaannya, konflik karena pacarnya direbut, rebutan pacar, kecengan, bahkan mantan sekalipun, dan sebagainya. Aku pernah jadi KM, memang tidak mudah menyatukan kepala 39 orang ini ditambah mayoritas perempuan yang punya rasa egois yang tinggi. Tapi alhamdulilah, bisa berdiri tegak lagi karena temen-temen semua. Karena mengingat akan tanggung jawab, aku harus bisa menjadi penengah dalam semua konflik yang terjadi.
Kita bisa bersatu kayak gini, membentuk persahabatan, kekeluargaan, kita menjadi dewasa, karena kita telah belajar melalui konflik di masa lalu dan berusaha memperbaiki diri untuk tidak mengulangi nya di masa depan. Ichell pernah ngirim sms yang isinya:
pain makes you stronger
tears makes you braver
heartbraker makes you wiser,
so, thank the past for a better future
point yang terakhir, persahabatan, kekeluargaan yang terjadi diantara kita semua amat sangat berkesan bagi kehidupanku. Ini akan menjadi sebuah cerita, bagi anak cucuku kelak, bahwa aku telah memiliki teman yang luar biasa seperti kalian.

  tak mudah untuk kita hadapi
    perbedaan yang berarti
    tak mudah untuk kita lewati
    rintangan silih berganti

    kau masih berdiri
    kita masih di sini
    tunjukkan pada dunia
    arti sahabat

    kau teman sehati
    kita teman sejati
    hadapilan dunia
    genggam tanganku

    tak mudah untuk kita sadari
    saling mendengarkan hati
    tak mudah untuk kita pahami
    berbagi rasa di hati

    kau adalah..
    tempatku membagi kisahku
    kau sempurna
    jadi bagian hidupku
    apapun kekuranganmu
(nidji-arti sahabat)

  • Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
    Di hari kita saling berbagi
    Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
    Kuperlihat semua hartaku
    Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
    Kesombongan di masa muda yang indah
    Aku raja kaupun raja
    Aku hitam kaupun hitam
    Arti teman lebih dari sekedar materi


    Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
    Bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar
    Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
    Bila ku ingin terbang… terbang meninggalkanmu
    Ku s’lalu membanggakanmu, kaupun s'lalu menyanjungku
    Aku dan kamu darah abadi
    Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
    Merdeka kita, kita merdeka

    Tak pernah kita pikirkan                       
    Ujung perjalanan ini                                                          
    Tak usah kita pikirkan
    Akhir perjalanan ini

    (s07- sahabat sejati)


    bersamamu ku habiskan waktu
    senang bisa mengenal dirimu
    rasanya semua begitu sempurna
    sayang untuk mengakhirinya
    jangan lah berganti
    tetaplah seperti ini
     (ipank-sahabat kecil)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar