Selasa, 08 Mei 2012

rumah alma

apa yang ada di pikiran kalian saat melihat foto ini?




Foto itu diambil di rumahnya alma,tepatnya tanggal 24 maret 2012 lalu. Enggak. Kita enggak lagi pajama party. Lha gue sama idip aja masih pake baju seragam. Kita sedang ber hem… berparty ria mungkin ya. entah apa yang di ‘party’ kan. Waktu itu hari terakhir ujian sekolah, kalau gak salah mata pelajaran yang diujiankan hari itu hanya bahasa Prancis. Jadi kita punya waktu yang cukup leluasa untuk berkunjung ke rumah alma yang letaknya hm.. lumayan jauh.
Karena hanya bahasa Prancis yang tertera dalam jadwal ujian, jam 10 pagi kita telah berhamburan ke luar sekolah. kita berdelapan, tentu saja—gue, alma, ajeng, gia, herni, uppy, ichell, dan idip— langsung mejeng di depan shapira menunggu damri yang akan lewat. Kita sempet seneng karena dari jalan buah batu sana ada sebuah bus yang muncul. Setelah diamati dengan saksama, ternyata itu bus TNI yang akan bertugas menjaga keamanan dalam demo BBM -___-. Tapi gak usah nunggu lama, bus yang telah kami tunggu-tunggu pun muncul. Bus kota yang sudah em.. tidak bagus itu berhenti di hadapan kami. Kami harus segera masuk karena bus kota yang body nya menghalangi jalan itu gak boleh berhenti semaunya dia. jadi kita buru-buru masuk dan mencari tempat epos. Pemumpang damri pagi itu cenderung sedikit alias damri lumayan kosong untuk kita tempati. Alhamdulilah dapet tempat duduk. Gue dan herni duduk di bangku 2. alma, idip, uppy duduk bersama di bangku 3 depan sebelah kanan gue. Di belakang mereka ada seorang kakek-kakek. Sedangkan ajeng, ichell dan gia duduk di bangku 3, dibelakang kakek tersebut. Ini kedua kalinya gue naik damri. Pertama kali gue naik damri itu bareng tiara dan kita nyasar. pas baru ambil tempat di dalem tuh damri, alma udah lirik gue sambil bilang,” tenang aja ta. Gak kan nyasar”. deeemm!
Perjalanan yang cukup menyenangkan hari itu. dari dulu, dari waktu kelas satu dulu, kita emang udah punya rencana untuk main ke rumah alma dengan naik damri. Tapi hari itu kita bener-bener gak percaya. Apa yang dari dulu kita ingin kan, kita cita-cita kan setelah melalui banyak rintangan, hambatan, godaan, haluan, dan ancaman akhirnya tercapai juga. Hal itu terlihat dari wajah uppy yang cengat-cengir terus di sepanjang perjalanan.
Gede bage telah di lalui, kami pun harus bersiap-siap turun di depan jalan yang memiliki gapura dan bertuliskan ‘komplek panyileukan’. Setelah sedikit cek-cok dengan kernet bus karena uppy gak mau turun dari bus tersebut, akhirnya kita turun juga dengan selamat sentausa di tengah jalan. kita turun di tengah jalan. Lebih tepatnya kita berada di tengah-tengah jalan, pembatas jalan antara arus menuju jarinangor dan arus balik menuju kota Bandung. Kita menyebrang jalan dengan cepat menuju muka jalan yang bertuliskan ‘komplek panyileukan’. Tapi tidak untuk ajeng. Ia menyebrang jalan kearah sebaliknya.  Mau kemana jeeeeng???
Setelah ajeng bergabung bersama kita, kita mulai melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkot berwarna hijau yang menyerupai warna angkot GBA. Tapi itu bukan angkot GBA, melainkan angkot jurusan panyileukan- apa lah gue lupa. Setelah naik angkot itu, kita turun di sebuah jalan menuju SD Panyileukan 1 dan 3. Dari situ, perJALANan ke rumah alma baru dimulai.
Mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra, bersama teman bertualang~~. Tampaknya lagu opening ninja hatori itu memang tepat untuk ekspedisi rumah alma kali ini. singkat cerita—biar gak panjang teuing— kita sampai dirumah alma yang berwarna biru muda. Kita memasuki rumah alma dengan malu-malu. Karena saat itu masih ada kakaknya alma, setelah kakaknya alma pergi dan alma mengeluarkan makanan, disini kita mulai malu-malu in.Dimulai dengan nonton chun yang, setelah itu uppy memarut jagung dan idip memotong bonteng, hm… TIMUN! 
 
Uppy mulai mengoleskan jangung yang telah diparutnya itu ke wajahnya. Di susul dengan ichell—dengan bantuan ajeng tentunya— kalau boleh jujur ya, gue gak terlau suka sama masker jagung, gue gak terlalu suka dengan aroma jagung yang telah diparut dan bubur jagung yang dioleskan ke wajah uppy dan ichell secara merata itu tidak memperlihatkan kalau mereka bermasker jangung, melainkan bermasker tahu!  Kita ber enam sisanya hanya bermaskeran dengan madu untuk melembabkan kulit wajah *cie ileh*. Cukup sampai si madu membeku dan kita bahkan sulit untuk tersenyum. Beberapa menit setelah itu basuh muka dengan air. Kulit wajah akan terasa lembuuut! *kayaknya gue cocok jadi tukang masker deh*.
Sambil menunggu maker madu nya mengeras, kita play film don’t be afraid of the dark. Film yang lumayan seru untuk di tonton bareng-bareng. Setelah film itu selesai, kami mulai membasuh wajah karena madu nya memang sudah terlalu lama mengeras. Kami mengambil timun yang telah di iris oleh idip dan dimasukkannya kedalam kulkas dan menempelkannya pada mata, pipi dan dagu. Alma mengganti film menjadi film horror yang berjudul white. *bener kan? Takut salah nyebutin*. Gue tau itu film korea, dan gue tau gak akan tidur nyenyak karena telah menonton film horror. Jadi gue bergabung bersama uppy dan alma—pecinta film bukan horror— di kamar alma. Di susul dengan idip. Kita berempat mulai mengacak-acak kasur alma. Disusul dengan ichell yang hanya bertugas menjadi fotografer. 
pengalaman cecentilan di rumah alma





 FYI, buat kalian yang mengenal ataupun teman bahkan sahabat semasa smp  orang disebelah kanan, pasti gak bakalan nyangka kalo orang yang kalian kenal dulu, yang yaaa.. tomboy dan sangat mencintai persib itu telah bermetamorfosis menjadi seperti ini. —sorry idip—
nih biar si merah ikut eksis!
yang lagi nonton white juga ikut timunan!
 
Ya.. gue merasa itu hari pertama gue ke rumah alma, dan centil-centilan bareng temen-temn gue—emang iya— dan gue berharap, itu bukan terakhir kalinya kita menghabiskan waktu bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar