Senin, 15 Oktober 2012

Tutorial...


Hari, tanggal, tahun pun berubah. Begitu pula dengan kehidupan. Kehidupan mahasiswa pastinya berbeda dengan kehidupan anak SMA. Aktivitas, jadwal dan sebagainya pun berubah dengan sendirinya. Termasuk keseharian gue, yang juga ikut-ikutan berubah. Perubahan ini tentu saja mengikuti jadwal perkuliahan.
Alors, gak mau berpanjang lebar tentang prolog, gue mau langsung cerita aja beberapa jadwal baru gue. Yang pertama: gue gak ada jadwal di hari selasa. *jadi gue harus salto sambil bilang WAW gitu?* dan ternyata si hari selasa, dimana gak ada perkuliahan itu menjadi satu-satunya hari libur —hari dimana gue gak pergi ke kampus— yang gue miliki. Karena pada week end pun gue mesti ke kampus untuk mengikuti ini-itu. Waktu masih masa pengkaderan alias ospek jurusan sih setiap week end dua minggu sekali diadakan ospek. Tapi setelah itu jadi kosong dan gak ada jadwal. Kalo di hitung, kuliah itu cuma empat hari dalam seminggu. Senin, rabu, kamis, jumat. Tetapi, ada sebuah kegiatan yang memang dilakukan setiap hari minggu, yaitu tutorial. Kegiatan yang bersifat wajib diikuti oleh setiap mahasiswa yang menontrak mata kuliah pendidikan agama islam. Menurut gue, kegiatan tutorial ini dibutuhkan niat yang kuat untuk menjalaninya dengan sunguh-sungguh. Karena kalau tidak, kita tidak akan mendapatkan apa-apa dari kegiatan tersebut. Kita harus memiliki tujuan yang jelas dalam kegiatan tersebut. Jangan hanya let it flow, karena jika seperti itu, kita telah membuang waktu dan tenaga secara percuma. Sebaiknya memang harus benar-benar berniat untuk mencari ilmu dan mendapatkan keridhaan Allah, supaya tidak menyesal pada akhirnya.
Agak klise banget ya kata-kata gue ini? Yaaa buat share aja, karena udah dua kali ikut tutor gue belum mendapatkan hasil yang WAW, karena itu dia, gue belum berniat dengan baik untuk tutor tersebut. Mungkin belum terbiasa juga, pergi ke kampus pagi-pagi dihari minggu. Biasanya pake training+kaos, terus lari di sabuga, pulangnya dagang di car free day, atau nongkrongin tuh car free day dari pagi sampe siang di deket mobilnya radio-radio, atau juga cuma sekedar selimutan sampe doraemon di tv tayang. Dan sekarang harus ke kampus pagi-pagi, seragaman atasan putih dan rok hitam *berasa masih ospek universitas* datang ke kampus mepet, kadang juga telat 5 menit. Belum ngantri pas masuk mesjidnya dan akhirnya gak dapet tempat duduk paling depan. Ya, untuk mengefektifkan kuliah dhuha yang diadakan sebelum kegiatan tutor, memang sebaiknya duduk di paling depan. Kenapa? Supaya gak banyak melakukan aktivitas lain selain menyimak apa yang diberikan pemateri. Kalau kuliah dhuha minggu lalu bener-bener kacau. Duduk di semi paling belakang. Pemateri gak jelas ngasih materi apa, karena pertama : gak terlalu kedengeran. Kedua: karena godaan depan, belakang, kiri, kanan sangatlah banyak. Di perjalanan menuju kampus gue udah berniat tutor, tutor, tutor! Eh nyampe di kampus dapet duduk di semi paling belakang dan dikelilingi temen satu angkatan yang sama-sama sableng. Ada yang bawa makanan lah, ada yang sibuk menggambar lah, ada yang sibuk bikin puisi, ada yang sibuk nge cek hape *banyak*, ada yang sibuk galau dan curhat tentang kakak tingkat kecengannya, dan sebagainya… Parahnya, di depan gue, entah jurusan apa, dia mrmbuka bekal makan. Dia makan nasi disaat kuliah dhuha mamen! Dia gak sendiri. Dia ditemani teman-temannya. Seharusnya mereka bikin acara sendiri: botram di kuliah dhuha. Masih mending gue dan temen-temen kalo gitu ya, kita-kita cuma makan snack gitu *plak*.
Saat pergi untuk tutorial ini, gue banyak menemukan orang-orang yang akan beraktivitas. Biasanya gue seangkot dengan orang-orang bertraining dan turun di jalan buah batu, atau di jalan merdeka, atau juga langsung naik jurusan kelapa dago. Gue juga sering seangkot sama nenek-nenek yang mau kepasar. Entah mereka mau dagang atau hanya sekedar belanja. Yang sering ditemui juga orang-orang yang mau ke gereja. Kita mempunyai tujuan yang saman. Kita sama-sama mau beribadah, ibadah nya itu yang beda. Mereka ke gereja, gue ke mesjid al-furqon. Kalau ditanya, mereka pasti jawab: kami jemaat dari gereja ini. atau gereja anu.. Kalau gue ditanya, gue mau jawab: saya jemaat haji yang akan berangkat ke tanah suci tahun 2017. Aaaamiiin~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar