Hari, tanggal, tahun pun
berubah. Begitu pula dengan kehidupan. Kehidupan mahasiswa pastinya berbeda
dengan kehidupan anak SMA. Aktivitas, jadwal dan sebagainya pun berubah dengan
sendirinya. Termasuk keseharian gue, yang juga ikut-ikutan berubah. Perubahan
ini tentu saja mengikuti jadwal perkuliahan.
Alors, gak mau berpanjang
lebar tentang prolog, gue mau langsung cerita aja beberapa jadwal baru gue. Yang
pertama: gue gak ada jadwal di hari selasa. *jadi gue harus salto sambil bilang
WAW gitu?* dan ternyata si hari selasa, dimana gak ada perkuliahan itu menjadi satu-satunya
hari libur —hari dimana gue gak pergi ke kampus— yang gue miliki. Karena pada
week end pun gue mesti ke kampus untuk mengikuti ini-itu. Waktu masih masa
pengkaderan alias ospek jurusan sih setiap week end dua minggu sekali diadakan
ospek. Tapi setelah itu jadi kosong dan gak ada jadwal. Kalo di hitung, kuliah
itu cuma empat hari dalam seminggu. Senin, rabu, kamis, jumat. Tetapi, ada
sebuah kegiatan yang memang dilakukan setiap hari minggu, yaitu tutorial.
Kegiatan yang bersifat wajib diikuti oleh setiap mahasiswa yang menontrak mata
kuliah pendidikan agama islam. Menurut gue, kegiatan tutorial ini dibutuhkan
niat yang kuat untuk menjalaninya dengan sunguh-sungguh. Karena kalau tidak,
kita tidak akan mendapatkan apa-apa dari kegiatan tersebut. Kita harus memiliki
tujuan yang jelas dalam kegiatan tersebut. Jangan hanya let it flow, karena
jika seperti itu, kita telah membuang waktu dan tenaga secara percuma.
Sebaiknya memang harus benar-benar berniat untuk mencari ilmu dan mendapatkan
keridhaan Allah, supaya tidak menyesal pada akhirnya.
Agak klise banget ya kata-kata
gue ini? Yaaa buat share aja, karena udah dua kali ikut tutor gue belum
mendapatkan hasil yang WAW, karena itu dia, gue belum berniat dengan baik untuk
tutor tersebut. Mungkin belum terbiasa juga, pergi ke kampus pagi-pagi dihari
minggu. Biasanya pake training+kaos, terus lari di sabuga, pulangnya dagang di
car free day, atau nongkrongin tuh car free day dari pagi sampe siang di deket
mobilnya radio-radio, atau juga cuma sekedar selimutan sampe doraemon di tv
tayang. Dan sekarang harus ke kampus pagi-pagi, seragaman atasan putih dan rok
hitam *berasa masih ospek universitas* datang ke kampus mepet, kadang juga
telat 5 menit. Belum ngantri pas masuk mesjidnya dan akhirnya gak dapet tempat
duduk paling depan. Ya, untuk mengefektifkan kuliah dhuha yang diadakan sebelum
kegiatan tutor, memang sebaiknya duduk di paling depan. Kenapa? Supaya gak
banyak melakukan aktivitas lain selain menyimak apa yang diberikan pemateri.
Kalau kuliah dhuha minggu lalu bener-bener kacau. Duduk di semi paling
belakang. Pemateri gak jelas ngasih materi apa, karena pertama : gak terlalu
kedengeran. Kedua: karena godaan depan, belakang, kiri, kanan sangatlah banyak.
Di perjalanan menuju kampus gue udah berniat tutor, tutor, tutor! Eh nyampe di
kampus dapet duduk di semi paling belakang dan dikelilingi temen satu angkatan
yang sama-sama sableng. Ada yang bawa makanan lah, ada yang sibuk menggambar
lah, ada yang sibuk bikin puisi, ada yang sibuk nge cek hape *banyak*, ada yang
sibuk galau dan curhat tentang kakak tingkat kecengannya, dan sebagainya…
Parahnya, di depan gue, entah jurusan apa, dia mrmbuka bekal makan. Dia makan
nasi disaat kuliah dhuha mamen! Dia gak sendiri. Dia ditemani teman-temannya. Seharusnya
mereka bikin acara sendiri: botram di kuliah dhuha. Masih mending gue dan
temen-temen kalo gitu ya, kita-kita cuma makan snack gitu *plak*.
Saat pergi untuk tutorial ini,
gue banyak menemukan orang-orang yang akan beraktivitas. Biasanya gue seangkot
dengan orang-orang bertraining dan turun di jalan buah batu, atau di jalan
merdeka, atau juga langsung naik jurusan kelapa dago. Gue juga sering seangkot
sama nenek-nenek yang mau kepasar. Entah mereka mau dagang atau hanya sekedar
belanja. Yang sering ditemui juga orang-orang yang mau ke gereja. Kita
mempunyai tujuan yang saman. Kita sama-sama mau beribadah, ibadah nya itu yang
beda. Mereka ke gereja, gue ke mesjid al-furqon. Kalau ditanya, mereka pasti
jawab: kami jemaat dari gereja ini. atau gereja anu.. Kalau gue ditanya, gue
mau jawab: saya jemaat haji yang akan berangkat ke tanah suci tahun 2017. Aaaamiiin~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar