Cara menanam sosin yang baik :
Pertama-tama belilah bibit sosin di toko tanaman yang dekat dari rumah anda. Waktu itu saya beli harganya Rp. 12.500,- isinya 2000 butir. Karena waktu itu tugas plh untuk menanam sosin, akhirnya si bibit di bagikan kepada 38 teman sekelas saya. Masing-masing orang mendapat 51 butir.
Kedua, si bibit di rendam dalam air suam-suam kuku selama 15 menit. kata guru sih direndam selama 24 jam dan di bungkus dalam kain basah selama 3-4 hari sampai tumbuh tunas. Tapi, menurut buku bibit di rendam selama 25 menit dan di bungkus dalam kain basah selama 24 jam. (aku nurutin yang dibuku, maafkan aku bu guru)
Setelah di bungkus dalam kain basah selama 24 jam, bibit telah tumbuh tunas. Kemudian, bibit di semai di atas tanah. Kata bu guru, tanahnya boleh di alasi baki/papan yang telah di beri lubang. Tapi, karena saya tidak mau memakai baki kesayangan mama, saya menyemai si bibit di tanah yang ada dipot. Menurut buku, tanah itu harus dicampurkan dengan kompos. Tapi, karena saya tidak punya kompos, saya tidak mencampurnya. Saya hanya mengatakan bismilah saat menyemai bibit.
Ketiga, siram si bibit dengan menggunakan gembor. Jangan di banjur pake gayung, nanti bibit cepet mati. Soalnya kan akar dari tunasnya belum kuat untuk menancap di tanah. siram bibit secara rutin setiap sore. Menurut buku, media tanam (baki/papan yang telah di lubangi bawahnya. Karena saya menggunakan pot, berarti media tanam saya pot) ditutup oleh daun pisang/ karug goni basah. Supaya tidak terkena sinar matahari secara langsung. Tapi, saya tidak melakukannya karena pot saya ini di taruh di bawah fiber. Jadi tidak terkena sinar matahari secara langsung, dan saat hujan pun tidak kehujanan.
Setelah 2-3hari, bibit sudah mulai muncul tangkainya. Seperti ini
Sosinnya masih sangat kecil. Sehingga kita harus menyiramnya dengan menggunakan gembor
Setelah 1/2 minggu sampai sosin sudah menjadi benih, kita bisa memindahkan sosin tersebut ke kebun. Saya membawa sosin itu untuk di tanam di sekolah. Saya membuat bubung dari daun pisang untuk mempermudah pemindahan dan pembawaan sosin ke sekolah.
Sosin yang telah dibawa ditanam di kebun sekolah
Ini sosin yang telah tumbuh di kebun sekolah :
Saya menyisa kan bebepapa sosin yang tidak saya bawa ke sekolah. Saya urus sosin itu dengan baik. Karena yang disekolah kebun sosinnya dijadikan bangunan. Sosin di rumah saya rawat.
(15/12/10)
(17/12/10)
(29/12/10)
Sosin pada tgl 29/12 itu sudah siap panen. Saya panen, dan saya jadikan teman makan berasama mie rebusMenanam sosin itu tidaklah susah. Tapi kita jangan menyepelekannya. Seperti daun sosin yang berlubang, berarti sosin itu ada ulatnya. Harus kita basmi. Saya pernah melihat daun sosin yang telah berlubang dan daun yang telah habis setengahnya. Berarti ada ulat disitu. Saat saya membalikkan daun sosin itu, sudah ada kepompong. Saya terlambat. Saya tidak tega membuang kepompong itu, jadi saya biarkan. Dan beberapa hari kemudian saat saya membalikkan daun itu lagi terbanglah seekor kupu-kupu putih. Hal itu terjadi sudah dua kali.
Ya, itu sedikit pengalaman saya mengenai sosin. Terima kasih kepada guru plh di sekolah, ibu neneng yang telah memberi tugas untuk menanam sosin, sehingga saya tahu dan senang akan berkebun. Ayah saya pun senang putrinya jadi memahami tanaman. Sehingga tanaman di rumah bisa saya rawat dengan baik







Tidak ada komentar:
Posting Komentar